Google Luncurkan Gemini 3 Flash: Kecerdasan Mutakhir Dioptimalkan untuk Kecepatan

Diedit oleh: Veronika Radoslavskaya

Pada tanggal 17 Desember 2025, Google secara resmi memperluas lini produk Gemini 3 dengan merilis Gemini 3 Flash. Model baru ini dirancang khusus untuk menghadirkan kemampuan penalaran setingkat 'Pro' namun dengan latensi rendah dan efisiensi khas seri Flash. Langkah ini bertujuan menjadikan kecerdasan tingkat tinggi lebih mudah diakses untuk berbagai aplikasi yang membutuhkan respons hampir seketika.

Gemini 3 Flash hadir untuk menjembatani kesenjangan antara performa mendalam dan kecepatan respons. Menurut klaim Google, model ini mampu beroperasi tiga kali lebih cepat dibandingkan pendahulunya, Gemini 2.5 Pro, sambil tetap mempertahankan kualitas unggul dalam berbagai tolok ukur penting. Ini adalah terobosan signifikan bagi mereka yang membutuhkan kecepatan tanpa mengorbankan kedalaman analisis.

Performa Tinggi Bertemu Kecepatan Kilat

Keunggulan Gemini 3 Flash terlihat jelas dalam pengujian akademis dan teknis. Model ini menunjukkan kemampuan penalaran yang sangat mumpuni, setara dengan tingkat doktoral dalam beberapa aspek:

  • Penalaran Setara PhD: Model ini mencatatkan skor impresif 90.4% pada tolok ukur GPQA Diamond dan meraih 33.7% pada tes 'Humanity's Last Exam' (tanpa bantuan alat eksternal). Hasil ini menempatkannya sejajar dengan model frontier yang jauh lebih besar dalam hal penguasaan pengetahuan ilmiah dan akademis.
  • Kemampuan Multimodal Unggul: Dalam pengujian MMMU Pro, Gemini 3 Flash mencapai skor 81.2%, menyamai performa Gemini 3 Pro yang lebih bertenaga dalam memahami data visual dan spasial yang kompleks.
  • Pengkodean Tingkat Lanjut: Pada tolok ukur pengkodean SWE-bench Verified, Gemini 3 Flash berhasil mencetak 78%. Skor ini melampaui Gemini 3 Pro dan seri 2.5 sebelumnya, menjadikannya mesin ideal untuk pengembangan agen AI yang mampu melakukan pengkodean secara otonom.

Fitur Utama untuk Pengembang dan Pengguna

Kini, model ini telah ditetapkan sebagai mesin default di seluruh ekosistem konsumen Google, menggantikan Gemini 2.5 Flash. Pembaruan ini memberikan pengalaman 'generasi berikutnya' tanpa membebani pengguna dengan biaya tambahan.

Bagi pengguna sehari-hari di aplikasi Gemini, model ini menawarkan kemampuan berpikir adaptif melalui dua mode operasional. Terdapat mode 'Cepat' untuk mendapatkan jawaban instan, dan mode 'Berpikir' yang memungkinkan model menyesuaikan kedalaman penalaran saat menghadapi persoalan yang lebih rumit. Ini memberikan fleksibilitas yang sangat dibutuhkan pengguna modern.

Dari sisi pengembangan, latensi rendah dan akurasi tinggi menjadikan Gemini 3 Flash sangat cocok untuk membangun alur kerja agen AI yang responsif. Contoh penerapannya meliputi asisten dalam game yang memberikan umpan balik secara langsung, layanan dukungan pelanggan real-time, atau bahkan alat bantu pengujian A/B otomatis bagi para pengembang perangkat lunak. Kemampuan penalaran visual dan spasialnya juga memungkinkan analisis video atau gambar secara langsung, misalnya memberikan panduan langkah demi langkah untuk memperbaiki ayunan golf atau membantu dalam sketsa langsung.

Selain itu, Gemini 3 Flash mulai diluncurkan sebagai model standar untuk AI Mode di Search. Integrasi ini bertujuan menyajikan jawaban yang lebih terstruktur, bernuansa, dan mudah dicerna secara visual ketika pengguna mengajukan pertanyaan yang kompleks. Ini menandai evolusi cara pengguna berinteraksi dengan informasi di mesin pencari.

Ketersediaan Teknis

Saat ini, Gemini 3 Flash sudah dapat diakses melalui Gemini API di Google AI Studio, Vertex AI, dan platform pengembangan agen terbaru Google, Antigravity. Model ini mendukung jendela konteks yang sangat besar, mencapai 1 juta token. Selain itu, ia mampu memproses berbagai jenis data secara native, termasuk teks, gambar, audio, video, dan dokumen PDF, menjadikannya alat yang sangat serbaguna di tangan para profesional teknologi.

14 Tampilan

Sumber-sumber

  • Xataka

  • 9to5Google

  • Google Developers Blog

  • Google

  • OpenAI

  • Engadget

  • Search Engine Journal

  • ZDNET

  • Reddit

  • SiliconANGLE

  • Mashable

  • Google DeepMind

  • Google

  • Google

  • DataCamp

  • Databricks

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.