Desa Bantaragung, Jawa Barat: Harmoni Kearifan Lokal dan Pariwisata Berkelanjutan
Diedit oleh: Olga Samsonova
Desa Bantaragung di Majalengka, Jawa Barat, kini menjadi contoh inspiratif bagaimana pertumbuhan ekonomi dapat terjalin erat dengan pelestarian alam dan budaya. Inisiatif pariwisata ekologis di desa ini menunjukkan pola kemajuan yang berakar kuat pada kearifan lokal. Keindahan alamnya yang memukau, terutama hamparan sawah berundak dengan latar belakang siluet Gunung Jajar dan Gunung Ciremai, menawarkan kanvas visual yang menenangkan bagi para pengunjung yang mencari ketenangan.
Inti dari daya tarik Bantaragung adalah komitmen teguh terhadap warisan leluhur. Pengunjung tidak hanya disuguhi pemandangan alam, tetapi juga kesempatan menyaksikan langsung kekayaan tradisi yang masih hidup. Ritual adat seperti penyajian bubur syura dan prosesi seba sebagai penghormatan kepada Keraton Cirebon menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman wisata. Elemen budaya otentik ini berfungsi sebagai jangkar, memastikan perkembangan pariwisata bermanfaat tanpa mengikis jati diri desa.
Pengembangan destinasi ini didukung secara sinergis oleh berbagai pihak, termasuk peran penting Bank Indonesia Jawa Barat, yang turut menggerakkan manajemen pariwisata demi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Kolaborasi ini menciptakan ekosistem di mana setiap warga merasa memiliki dan bertanggung jawab atas kemajuan bersama. Salah satu manifestasi nyata dari semangat kolektif ini adalah penyelenggaraan Pasar Bumi Pakuwon secara bulanan, yang menjadi etalase produk unggulan lokal serta panggung seni dan kerajinan tangan daerah.
Pengakuan atas upaya Desa Bantaragung terlihat dari berbagai penghargaan, termasuk apresiasi sebagai surga tersembunyi populer dan inisiatif desa digital kreatif. Upaya digitalisasi telah dimanfaatkan untuk mempromosikan produk UMKM, yang berhasil menjangkau pasar di luar Jawa Barat dan mencatatkan peningkatan omzet sebesar 35% dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Selain itu, fokus pada pariwisata berbasis komunitas ini telah menciptakan lapangan kerja baru bagi lebih dari 150 penduduk lokal sebagai pemandu wisata dan pengelola homestay, sebuah angka signifikan bagi desa dengan populasi sekitar 800 kepala keluarga. Inisiatif ini membuktikan bahwa ketika komunitas memegang kendali atas narasi dan pengelolaannya, hasilnya bersifat transformatif bagi tatanan sosial dan ekonomi lokal.
Sumber-sumber
ANTARA News - The Indonesian News Agency
Kompas.com
Kompas.id
ANTARA News
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
