Gempa Magnitudo 7,5 Guncang Jepang Utara, Peringatan Tsunami Dicabut

Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17

Gempa berkekuatan magnitudo 7.5 mengguncang lepas pantai utara Jepang, melukai puluhan orang; memicu tsunami setinggi 2 kaki.

Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang wilayah timur laut Jepang pada Senin malam, 8 Desember 2025. Pusat gempa dilaporkan berada di perairan Pasifik, sekitar 80 kilometer dari Prefektur Aomori di Pulau Honshu. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat guncangan terjadi pada pukul 23.15 waktu setempat, dengan kedalaman episentrum yang kemudian direvisi menjadi 54 kilometer. Intensitas guncangan mencapai skala 6 pada skala seismik Jepang di Kota Hachinohe, Aomori, menyebabkan kesulitan berdiri tegak dan potensi kerusakan pada properti.

Keterangan: Gempa bumi berkekuatan 7.5 magnitudo di Jepang memicu peringatan tsunami, evakuasi massal

Otoritas Jepang merespons dengan cepat. Pemerintah pusat membentuk satuan tugas darurat di Kantor Perdana Menteri pada pukul 23.16, satu menit setelah gempa. Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang tiba di kantor sekitar pukul 23.50, segera menginstruksikan kementerian terkait untuk memetakan kerusakan dan menyebarkan informasi evakuasi yang akurat. Kantor Kabinet juga mengimbau warga untuk bersiaga selama minimal satu minggu dan menyiapkan perlengkapan darurat sebagai antisipasi terhadap potensi gempa susulan.

Ancaman tsunami sempat memicu peringatan untuk wilayah pesisir yang mencakup sebagian Hokkaido, Prefektur Iwate, dan Aomori, yang berujung pada perintah evakuasi awal bagi sekitar 90.000 penduduk. Namun, kekhawatiran tersebut mereda setelah pemantauan menunjukkan gelombang yang tiba jauh lebih kecil dari prediksi awal setinggi tiga meter. Gelombang tercatat mencapai 70 sentimeter di Pelabuhan Kuji, Iwate; 50 sentimeter di Kota Urakawa, Hokkaido; dan 40 sentimeter di Pelabuhan Mutsuogawara, Aomori. Peringatan tsunami kemudian diturunkan menjadi advisori dan akhirnya dicabut sepenuhnya pada Selasa pagi pukul 06.20 waktu setempat.

Dampak sosial mengonfirmasi adanya korban luka-luka, berkisar antara 23 hingga 33 orang, dengan satu individu mengalami cedera serius akibat tertimpa material bangunan. Sebagian besar cedera dilaporkan terjadi saat warga terjatuh atau tertimpa benda di dalam rumah. Selain itu, infrastruktur mengalami gangguan, termasuk pemadaman listrik yang memengaruhi hingga 2.700 rumah tangga di Prefektur Aomori, serta penangguhan sementara layanan kereta cepat Shinkansen untuk inspeksi rel.

Upaya tanggap darurat melibatkan kolaborasi antara polisi, pemadam kebakaran, Penjaga Pantai Jepang, dan Pasukan Bela Diri. Wilayah Tohoku, tempat gempa terjadi, merupakan zona seismik aktif di Cincin Api Pasifik. Peristiwa ini menjadi pengingat akan sejarah panjang Jepang dalam menghadapi guncangan besar, seperti gempa Tōhoku 2011 berkekuatan M9,1, sekaligus menyoroti peningkatan protokol mitigasi bencana negara tersebut melalui respons terkoordinasi yang cepat.

16 Tampilan

Sumber-sumber

  • Africanews

  • larongeNOW

  • Zonebourse Suisse

  • The Guardian

  • Daily Voice

  • Le Matin

Baca lebih banyak berita tentang topik ini:

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.