
bunga salju
Bagikan
Penulis: Svetlana Velhush

bunga salju
Wilayah barat daya Amerika Serikat saat ini tengah berjuang menghadapi gelombang panas ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah, yang secara efektif mengubah akhir Maret menjadi suasana layaknya puncak musim panas yang menyengat. Di negara bagian Arizona dan California, suhu udara melonjak drastis hingga melampaui norma iklim rata-rata sebesar 11 hingga 17 derajat Celsius (20–30°F). Fenomena alam ini telah digambarkan oleh para ahli meteorologi sebagai sebuah pergeseran musim yang bersejarah, mengingat angka-angka suhu yang sangat tinggi tersebut biasanya hanya ditemukan pada akhir Mei atau awal Juni.
Dampak dari anomali cuaca ini terlihat sangat nyata melalui berbagai catatan rekor yang pecah di berbagai lokasi strategis di seluruh negeri. Berikut adalah rincian data statistik yang menunjukkan skala masif dari fenomena panas yang sedang berlangsung:
Secara teknis, anomali yang mengkhawatirkan ini disebabkan oleh keberadaan antisiklon stasioner yang secara harfiah mengunci atau memerangkap udara panas di dekat permukaan tanah, sehingga mencegah udara tersebut untuk mendingin secara alami. Para ilmuwan terkemuka dari organisasi World Weather Attribution memberikan peringatan keras bahwa intensitas panas yang terjadi pada bulan Maret ini akan menjadi sesuatu yang hampir mustahil terjadi tanpa adanya campur tangan perubahan iklim antropogenik. Berdasarkan analisis mereka, pemanasan global telah memberikan kontribusi tambahan sekitar 3 hingga 4 derajat Celsius pada suhu aktual yang dirasakan oleh masyarakat saat ini.
Situasi lingkungan ini semakin diperburuk oleh fenomena yang oleh para ahli meteorologi disebut sebagai kekeringan salju. Akibat kurangnya tutupan salju yang signifikan di wilayah pegunungan, tanah menjadi jauh lebih cepat panas karena terpapar sinar matahari secara langsung tanpa adanya proses pendinginan dari lelehan salju. Kondisi tanah yang gersang ini kemudian menciptakan efek umpan balik yang berbahaya, di mana tanah yang panas justru memanaskan atmosfer di atasnya dengan lebih intens, yang pada akhirnya memperpanjang durasi dan kekuatan dari gelombang panas yang melanda wilayah tersebut.
The Guardian
World Weather Attribution
Spring is expected to officially arrive in Japan this week with the start of the #CherryBlossom season. According to the Japanese Meteorological Agency the blooms will arrive earlier this year because of a warmer than average winter. 🌸🌸🌸
🚨 🟥 🌋 Most assume volcanoes erupt in massive, unpredictable explosions, but Kīlauea's summit activity pulses in rhythmic episodes, like a geological heartbeat, often forecasted days ahead. 🎞 @bigislandvideonews 🔁 ❤️ - Greatly Appreciated