Upaya Intensif Perlindungan Merpati Grenada di Tengah Tantangan Lingkungan Mendesak

Diedit oleh: Olga Samsonova

Merpati Grenada (Leptotila wellsi), salah satu spesies burung paling langka di dunia yang eksklusif ditemukan di Grenada, menghadapi peningkatan upaya konservasi yang mendesak pada tahun 2025. Populasi burung endemik yang khas ini, yang dikenal dengan warna cokelat kayu manis dan bercak putih mencolok di bahu, berada di ambang kepunahan dengan perkiraan kurang dari 140 individu tersisa pada tahun ini. Situasi ini menandai momen krusial di mana tindakan kolektif akan menentukan kelanjutan warisan alam unik pulau tersebut.

Ancaman utama terhadap kelangsungan hidup Merpati Grenada sangat jelas: penyusutan habitat akibat pembangunan yang terus meluas dan tekanan dari predator invasif seperti luwak. Spesies ini kini hanya bertahan di dua kantong kecil hutan pesisir kering yang tersisa, sebuah ekosistem yang terancam di Karibia. Upaya perlindungan yang sudah ada, termasuk Taman Nasional Mt Hartman dan Suaka Margasatwa Merpati Perseverance, saat ini hanya mengamankan kurang dari 10% dari habitat vital burung tersebut, menyoroti adanya celah signifikan dalam pengamanan wilayah penting mereka.

Sebagai respons, Jaringan Konservasi Gaea, bekerja sama dengan Departemen Kehutanan dan Taman Nasional Grenada, meluncurkan Rencana Aksi Konservasi (CAP) yang komprehensif untuk membalikkan tren penurunan yang mengkhawatirkan. Prioritas utama rencana tersebut meliputi restorasi habitat guna memperluas ruang hidup merpati, penguatan perlindungan hukum bagi spesies dan lingkungannya, serta penataan kembali program pengendalian populasi luwak untuk mengurangi ancaman pemangsaan. Pemerintah juga baru-baru ini mengukuhkan kemitraan dengan Dana OPEC untuk Pembangunan Internasional untuk menyuntikkan dukungan finansial krusial bagi program-program lingkungan ini.

Para ahli yang berkumpul pada lokakarya pemangku kepentingan di Universitas St George pada 8–9 Oktober menggarisbawahi bahwa penyelamatan Merpati Grenada memerlukan partisipasi semua pihak, mulai dari ilmuwan dan pemerintah hingga komunitas lokal dan sektor pariwisata. Kepunahan spesies endemik sering kali diperburuk oleh hilangnya perilaku penghindaran predator yang berkembang dalam isolasi, yang kemudian diperparah oleh kedatangan manusia dan spesies pendatang. Tindakan tegas saat ini merupakan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan kolektif dalam menjaga keseimbangan ekologis, memelihara integritas seluruh ekosistem hutan kering yang rapuh di pulau tersebut.

Sumber-sumber

  • NOW Grenada

  • Grenada Dove Conservation Programme

  • BirdsCaribbean Expresses Deep Concern Over Three Damaging Developments in Grenada

  • Press Releases

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.