
Filosofi Jepang Ikigai Terkait Penurunan Risiko Demensia dan Disabilitas Lansia
Diedit oleh: Olga Samsonova

Konsep filosofis Jepang yang dikenal sebagai ikigai, yang diterjemahkan secara harfiah sebagai 'alasan untuk hidup', semakin diakui secara global sebagai faktor penting dalam mempromosikan umur panjang dan kualitas hidup yang prima. Studi longitudinal yang dilakukan terhadap populasi lansia Jepang menunjukkan korelasi kuat antara memiliki rasa ikigai yang terdefinisi dengan baik dan berbagai manfaat kesehatan fisik serta psikososial yang signifikan.
Penelitian secara spesifik menggarisbawahi bahwa individu yang melaporkan rasa ikigai yang kuat menunjukkan penurunan risiko pengembangan demensia sebesar 36% selama periode tiga tahun pengamatan. Temuan ini didukung oleh analisis outcome-wide yang dipublikasikan pada The Lancet Regional Health – Western Pacific pada April 2022. Analisis tersebut melibatkan lebih dari 6.441 lansia Jepang berusia di atas 65 tahun dan mengonfirmasi dampak protektif ikigai.
Selain pengurangan risiko demensia, partisipan dengan ikigai juga menunjukkan penurunan risiko disabilitas fungsional sebesar 31% dalam rentang waktu tiga tahun yang sama. Penurunan risiko disabilitas fungsional, yang diukur melalui Instrumental Activity of Daily Living (IADL), mengindikasikan peran penting ikigai dalam mempertahankan kemandirian fisik pada populasi lanjut usia.
Inti dari ikigai adalah integrasi harmonis dari empat domain kehidupan: hasrat (passion), misi (mission), vokasi (vocation), dan profesi (profession), yang secara kolektif mendorong keterlibatan berkelanjutan dalam kehidupan. Dorongan psikologis yang berasal dari ikigai ini dianggap krusial dalam mempertahankan fungsi fisik, bahkan melampaui intervensi diet semata dalam beberapa kasus. Ikigai juga berkorelasi dengan penurunan gejala depresi, keputusasaan, serta peningkatan kebahagiaan dan kepuasan hidup secara keseluruhan.
Dorongan untuk hidup yang bermakna ini memotivasi individu untuk terlibat dalam aktivitas fisik dan interaksi sosial, elemen vital dalam memperpanjang healthspan—rentang usia yang dijalani dalam kondisi sehat—terutama setelah usia 70 tahun. Praktik menemukan ikigai, yang sering terwujud melalui kontribusi layanan masyarakat atau dedikasi pada hobi pribadi, menumbuhkan ketahanan psikologis dan rasa pemenuhan diri yang mendalam. Pemerintah Jepang telah mengadopsi peningkatan ikigai di kalangan dewasa yang lebih tua sebagai bagian dari kebijakan resmi untuk mempromosikan populasi yang lebih sehat.
Kegiatan yang mendukung ikigai, seperti berkebun, kegiatan kreatif, atau menghabiskan waktu berkualitas dengan orang terkasih, cenderung menghasilkan regulasi emosional yang lebih baik, penanda inflamasi yang lebih rendah, dan kecenderungan untuk mempertahankan gaya hidup aktif. Dengan demikian, ikigai dipandang bukan hanya sebagai konsep pasif, melainkan sebuah praktik aktif untuk meningkatkan kualitas hidup sehari-hari, menjadikannya landasan penting dalam strategi kesehatan masyarakat modern.
5 Tampilan
Sumber-sumber
Grazia.fr
NEW TIMES MAGAZINE
YouTube
The Times of India
Psychology Today
Forbes
Baca lebih banyak artikel tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.



