Thailand Perketat Aturan Visa Turis untuk Keamanan dan Penertiban
Diedit oleh: gaya ❤️ one
Thailand mulai menerapkan penyesuaian signifikan pada kebijakan perpanjangan visa turis per tanggal 13 November 2025, dengan tujuan utama memperkuat kontrol perbatasan dan menindak jaringan ilegal yang beroperasi di dalam negeri. Langkah ini merupakan respons terhadap meningkatnya kekhawatiran mengenai penyalahgunaan visa untuk kegiatan terlarang, termasuk penipuan lintas batas dan pekerjaan ilegal, sejalan dengan upaya regional untuk menindak penyalahgunaan visa turis.
Peraturan baru ini memberlakukan batasan yang lebih ketat mengenai durasi pengunjung dapat memperpanjang masa tinggal mereka. Wisatawan asing kini dibatasi hanya untuk dua kali perpanjangan visa: perpanjangan pertama selama 30 hari, diikuti oleh perpanjangan final selama tujuh hari. Selain itu, praktik perjalanan lintas batas untuk mengatur ulang masa berlaku visa, yang dikenal sebagai "border run," akan dibatasi secara ketat; pelancong bebas visa kini hanya diizinkan dua kali masuk melalui perbatasan darat dalam setahun. Dengan aturan baru ini, total masa tinggal maksimum bagi pengunjung dari 93 negara yang sebelumnya menikmati masa tinggal bebas visa 60 hari menjadi lebih tegas, tidak lagi mencapai 97 hari dengan dua kali perpanjangan seperti sebelumnya.
Kepala Biro Imigrasi, Letnan Jenderal Polisi Panumas Boonyalak, mengumumkan rezim visa yang lebih ketat ini pada hari Kamis, setelah pertemuan pada Rabu, 12 November 2025, untuk menetapkan empat tindakan penegakan kebijakan baru. Pengetatan ini juga mencerminkan upaya Thailand untuk memodernisasi proses masuk negara. Sejak 1 Mei 2025, Thailand telah memperkenalkan Thailand Digital Arrival Card (TDAC) sebagai pengganti formulir imigrasi kertas TM6, yang bertujuan merampingkan prosedur imigrasi dan meningkatkan keamanan.
Langkah pengetatan ini juga sejalan dengan peningkatan pemantauan terhadap warga negara asing yang tinggal lama di bawah pemerintahan Perdana Menteri Anutin Charnvirakul, yang telah meningkatkan pengawasan terhadap bisnis milik asing di Thailand selatan. Biro Imigrasi menekankan bahwa penduduk jangka panjang harus mengajukan jenis visa yang sesuai, seperti Visa on Arrival (VOA) yang diperluas atau program LTR (Long-Term Resident). Otoritas meyakinkan bahwa turis yang berniat baik dengan rencana tinggal jangka pendek tidak akan terdampak secara substansial.
Sektor pariwisata Thailand, yang merupakan kontributor signifikan bagi Produk Domestik Bruto, kini berupaya menyeimbangkan antara keamanan dan daya tarik bagi wisatawan. Langkah-langkah digitalisasi, termasuk TDAC, mencerminkan komitmen Thailand untuk mengamankan sektor vitalnya melalui penegakan imigrasi yang lebih ketat dan modern. Wisatawan yang berniat tinggal lebih dari 60 hari dianjurkan untuk menggunakan visa yang sesuai, alih-alih mengandalkan perpanjangan bebas visa yang kini memerlukan evaluasi yang lebih menyeluruh oleh petugas imigrasi.
Sumber-sumber
Travel Biz India : India travel news, travel trends, tourism
World Travel Bulletin: Thailand's New Visa Rules in 2025
ThailandCorner: Visa Rule Changes in November 2025
VisaVerge: Thailand’s 2025 Travel Overhaul
TDAC.info: Thailand Visa Policies in 2025
It's Better in Thailand: Thailand's Tourist Visa Guide for 2025
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
