Pemulihan Koneksi Alamiah Mendorong Kesejahteraan dan Keberlanjutan di Tahun 2026
Diedit oleh: Olga Samsonova
Gagasan untuk memulihkan kesadaran yang 'tersemat dalam alam' menjadi landasan utama dalam mencapai kesejahteraan personal sekaligus keberlanjutan planet pada tahun 2026. Upaya ini selaras dengan kerangka kerja pembangunan berkelanjutan yang lebih luas, seperti Kerangka Kerja Sama Pembangunan Berkelanjutan Indonesia–Perserikatan Bangsa-Bangsa 2026–2030, yang menekankan pentingnya kemitraan strategis untuk mencapai aspirasi nasional. Pemulihan kesadaran ini menuntut pergeseran persepsi yang lebih mendalam, melampaui sekadar manfaat fisik yang terukur.
Psikoterapis Julie Brams, seorang praktisi yang berdedikasi pada keberlanjutan lingkungan melalui pemulihan keterikatan intim dengan alam, menegaskan bahwa mengakui ketersematan diri dalam sistem hidup Bumi akan melawan ilusi pemisahan manusia dari alam. Brams, yang merupakan Pemandu Terapi Hutan Bersertifikat dan praktisi meditasi di Los Angeles selama 30 tahun, mengintegrasikan psikologi ekologis dan praktik meditasi dalam praktiknya. Pengakuan atas keterpisahan ini merupakan jalan yang dapat diakses untuk kembali pada eksistensi berkelanjutan yang berakar pada kesadaran asli kita.
Bukti ilmiah secara kuat mendukung manfaat koneksi dengan alam, menunjukkan dampak positif signifikan pada kesehatan kardiovaskular dan penurunan hormon stres, yang pada gilirannya mengurangi risiko penyakit gaya hidup. Dalam konteks psikologis, manfaatnya mencakup peningkatan resiliensi terhadap stres, pemulihan perhatian, serta meredanya gejala kecemasan dan depresi. Psikologi kesehatan, sebagai disiplin ilmu yang mengkaji interaksi kompleks antara faktor psikologis, perilaku, dan sosial dengan kesehatan fisik, membekali individu dengan strategi efektif untuk mengelola stres, yang merupakan faktor risiko signifikan untuk berbagai penyakit fisik dan mental.
Pergeseran paradigma ini juga mencakup pengakuan yang semakin besar terhadap Sistem Pengetahuan Adat (IKS) sebagai komponen krusial dalam solusi pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan. Kolaborasi kini menyatukan pengetahuan ekologis tradisional dengan teknologi modern, termasuk rencana pendokumentasian digital pengetahuan pelacak (tracker knowledge). Kearifan lokal, yang telah teruji secara empiris dalam menjaga keseimbangan ekosistem, diakui sebagai otoritas epistemik yang setara dengan ilmu pengetahuan modern untuk konservasi yang inklusif dan efektif.
Keterlibatan yang sederhana dan penuh kesadaran dengan alam, seperti memperhatikan rumput atau air, telah teruji mampu meningkatkan perasaan koneksi. Peningkatan koneksi ini berkorelasi langsung dengan meningkatnya kebahagiaan, kondisi kesehatan yang lebih baik, dan perilaku pro-lingkungan yang lebih kuat. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa produktivitas tenaga kerja, yang merupakan variabel ekonomi utama, sangat ditentukan oleh kemampuan menghasilkan nilai tambah, yang secara implisit dapat dipengaruhi oleh kesejahteraan yang bersumber dari alam. Mengatasi premis pemisahan manusia dari alam tetap menjadi jalur fundamental untuk mencapai keberlanjutan yang berakar pada kesadaran kolektif.
21 Tampilan
Sumber-sumber
The Good Men Project
Barnes & Noble Booksellers, Inc.
Simon & Schuster
Resilience.org
Mental Health Awareness Week
IISD Earth Negotiations Bulletin
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
