Kajian Linguistik: Kompleksitas Idiom Bahasa Inggris dan Struktur Kognitif
Diedit oleh: Vera Mo
Pemahaman idiom dalam bahasa Inggris tetap menjadi tantangan signifikan bagi pelajar bahasa, diperparah dengan munculnya ekspresi baru setiap tahun. Sifat ungkapan yang informal sering kali menyebabkan idiom terabaikan dalam kurikulum pendidikan formal, karena akuisisi utamanya terjadi melalui paparan percakapan sehari-hari. Idiom adalah frasa kultural yang maknanya menyimpang dari arti harfiah kata-kata penyusunnya, sehingga menghadirkan tantangan semantik yang substansial bagi penutur non-asli.
Contohnya, idiom "break a leg," yang berarti 'semoga beruntung,' memiliki akar sejarah yang diperdebatkan, sering dikaitkan dengan pertunjukan teater, dan tidak merujuk pada tindakan mematahkan kaki secara harfiah. Demikian pula, "piece of cake," yang berarti sangat mudah, konon berasal dari tradisi Amerika Serikat pada tahun 1870-an di mana kue diberikan sebagai hadiah kompetisi. Menguasai bahasa figuratif ini, bersamaan dengan penguasaan aksen dan pelafalan yang akurat, merupakan kunci untuk mencapai kefasihan yang terdengar seperti penutur asli. Ungkapan seperti "it's Greek to you!" digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu sama sekali tidak dapat dipahami oleh seseorang.
Studi linguistik terus memfokuskan perhatian pada peran pemahaman ekspresi semacam itu, yang sering kali mencerminkan budaya dan cara berpikir masyarakat penutur. Ray Jackendoff, seorang ahli bahasa terkemuka dari Tufts University yang merupakan Seth Merrin Professor of Philosophy, telah memusatkan penelitian intinya pada semantik bahasa alami dan hubungannya yang mendalam dengan struktur kognitif manusia. Karya Jackendoff menggarisbawahi arsitektur kognitif berlapis yang menjadikan idiom sekaligus membingungkan dan sarat makna.
Menurut pandangan Jackendoff, makna bahasa tidak terpisahkan dari struktur konseptual dalam pikiran manusia, di mana bahasa berfungsi sebagai ekspresi utama dari representasi mental yang kompleks. Ia mengusulkan teori tiga tingkat untuk memahami makna bahasa—fonologi, sintaksis, dan semantik—dengan tingkat semantik bertindak sebagai penghubung antara bentuk linguistik dan struktur konseptual mendasar. Pemahaman yang lebih baik mengenai representasi kognitif konstruksi bahasa semacam ini sangat penting untuk mengurai kompleksitas idiom.
Untuk pelajar ESL/EFL pada tahun 2025, tren pengajaran mulai mengintegrasikan teknologi mutakhir seperti Kecerdasan Buatan (AI) dan pemanfaatan Realitas Virtual atau Augmented Reality untuk menciptakan praktik yang imersif. Alat-alat ini, seperti simulator percakapan adaptif, menawarkan umpan balik segera untuk koreksi kesalahan yang cepat dalam lingkungan yang dipersonalisasi dan aman. Menguasai idiom yang sedang tren, yang muncul dari media sosial dan budaya populer saat ini, sama vitalnya dengan memahami idiom historis untuk mencapai komunikasi yang fasih dan relevan secara kontekstual.
Sesi pembelajaran yang berfokus pada idiom populer sering kali bertujuan untuk memperkenalkan alasan, mekanisme, dan waktu yang tepat untuk menggunakannya, karena idiom umumnya berfungsi untuk memberikan nasihat atau menyampaikan pengamatan yang mudah diingat. Menguasai idiom-idiom ini memungkinkan pembelajar untuk berkomunikasi lebih alami dan efektif, meningkatkan kepercayaan diri dalam interaksi nyata.
11 Tampilan
Sumber-sumber
The Korea Times
American Thinker
American TESOL Institute
YouTube
American Academy of Arts and Sciences
Wikipedia
Quora
Campus Reform
MSU Denver
MSU Denver
Campus Reform
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
