Zelensky di Vilnius pada 25 Januari 2026
Ukraina-AS Jaminan Keamanan Rampung, Menanti Penandatanganan Pasca-Pembicaraan Abu Dhabi
Diedit oleh: gaya ❤️ one
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan pada Minggu, 25 Januari 2026, di Vilnius bahwa dokumen jaminan keamanan bilateral dengan Amerika Serikat telah mencapai finalisasi penuh dan siap untuk penandatanganan resmi. Kesepakatan ini merupakan elemen sentral dari arsitektur keamanan jangka panjang Ukraina dan kini hanya menunggu konfirmasi waktu serta lokasi penandatanganan dari pihak-pihak terkait. Pengumuman ini menyusul serangkaian pembicaraan trilateral yang berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, antara delegasi Ukraina, Amerika Serikat, dan Rusia pada 23 hingga 24 Januari 2026.
Dalam konferensi pers bersama di Vilnius, bersama Presiden Lithuania Gitanas Nausėda dan Presiden Polandia Karol Nawrocki, Presiden Zelensky menegaskan bahwa pakta bilateral dengan AS berfungsi sebagai jaminan keamanan utama. Jaminan ini diperkuat oleh dukungan Eropa, pembentukan 'Koalisi Sukarelawan', dan prospek aksesi Ukraina ke Uni Eropa (UE), yang ia sebut sebagai 'jaminan keamanan ekonomi'. Dokumen yang telah rampung tersebut, yang sebelumnya diisyaratkan setelah diskusi dengan Presiden AS Donald Trump pada pertengahan Januari, akan memerlukan proses ratifikasi oleh Kongres AS dan Rada Ukraina setelah penandatanganan.
Presiden Lithuania, Gitanas Nausėda, secara tegas mendukung percepatan integrasi Ukraina ke dalam UE, menetapkan target ambisius agar keanggotaan penuh dapat terwujud sebelum tahun 2030. Dukungan ini selaras dengan kepentingan nasional Lithuania, yang memandang stabilitas regional bergantung pada integrasi Euro-Atlantik Ukraina, sebuah fokus yang akan diupayakan Lithuania selama masa Kepresidenan Dewan UE pada tahun 2027. Sementara itu, Presiden Polandia Karol Nawrocki menyoroti ancaman historis berkelanjutan dari Rusia terhadap Eropa Tengah dan Timur, sebuah persepsi yang tercermin dalam komitmen pertahanan Polandia yang mencapai hampir 5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2026, dengan lebih dari 200.000 personel angkatan bersenjata.
Secara lebih luas, komitmen belanja pertahanan Polandia merupakan peningkatan dari proyeksi 4,7% PDB tahun sebelumnya, menunjukkan respons langsung terhadap dinamika keamanan regional. NATO mencatat bahwa pada tahun 2025, semua anggotanya diharapkan memenuhi atau melampaui target belanja pertahanan minimal 2% dari PDB. Strategi pertahanan AS yang baru juga mendorong sekutu untuk meningkatkan pengeluaran hingga 5% dari PDB sebagai bagian dari agenda 'perdamaian melalui kekuatan'.
Dalam konteks integrasi institusional, Presiden Zelensky menyatakan bahwa kesiapan teknis Ukraina untuk aksesi UE ditargetkan pada tahun 2027, meskipun keanggotaan penuh belum terjamin. Wakil Perdana Menteri Ukraina untuk Integrasi Eropa dan Euro-Atlantik, Taras Kachka, sebelumnya mengindikasikan bahwa Ukraina berupaya terintegrasi penuh ke dalam pasar energi UE pada tahun 2027, bahkan sebelum menjadi anggota resmi. Keputusan ini menggarisbawahi strategi Ukraina untuk mengamankan masa depannya melalui penguatan ikatan struktural dengan Barat, melengkapi jaminan keamanan militer yang sedang dinegosiasikan.
Pembicaraan di Abu Dhabi, pertemuan trilateral pertama sejak eskalasi konflik pada Februari 2022, mencerminkan upaya Washington untuk mempercepat penyelesaian konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun. Meskipun terdapat optimisme mengenai kemajuan, isu teritorial tetap menjadi penghalang utama, dengan Rusia menguasai sekitar 20% wilayah kedaulatan Ukraina dan menuntut penyerahan empat oblast penuh.
Sumber-sumber
Deutsche Welle
Deutsche Welle
San Francisco Chronicle
Ukrinform
TVP World
European Truth
Інтерфакс-Україна
hromadske
Кореспондент.net
Reuters
Ukrainska Pravda
