ArianeGroup Sukses Uji Coba Roket Suborbital SyLEx, Amankan Kapasitas Peluncuran Berdaulat Prancis

Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17

ArianeGroup telah melakukan penerbangan uji pertama dari sistem SyLEx (Système de Lancement d’Expériences) di Biscarosse di barat daya Prancis.

ArianeGroup berhasil menyelesaikan peluncuran perdana sistem uji terbang roket luncur-suara (sounding rocket) terbarunya, SyLEx (Système de Lancement d'Expériences), pada 28 November 2025. Misi yang dilaksanakan atas nama Badan Pengadaan Teknologi Pertahanan (DGA) Prancis ini secara resmi menandai masuknya Prancis ke dalam era kapabilitas peluncuran suborbital yang mandiri. Validasi sistem mencakup roket versi satu tahap (single-stage) dan landasan peluncuran khusus yang dibangun untuk mendukung operasional tersebut.

Peluncuran kritis ini dilaksanakan dari Pusat Pengujian Rudal DGA di Biscarrosse, lokasi strategis yang menyediakan lingkungan aman untuk eksperimen sensitif. Roket SyLEx yang diuji coba membawa muatan eksperimental milik ArianeGroup, berfungsi sebagai platform demonstrasi dan integrasi teknologi baru di udara. Vincent Pery, Direktur Program Pertahanan di ArianeGroup, menekankan bahwa keberhasilan ini mengamankan kapabilitas pengujian kedaulatan Prancis dalam ranah roket luncur-suara.

Pengembangan SyLEx menunjukkan pendekatan gesit dalam memenuhi kebutuhan nasional strategis, dengan seluruh proses desain dan pembangunan versi satu tahap diselesaikan dalam waktu kurang dari tiga tahun melalui metode 'test-and-learn'. Sistem SyLEx dirancang untuk mengakomodasi muatan hingga 600 kilogram dan mampu mencapai ketinggian antara 200 hingga 400 kilometer, tergantung konfigurasi misi spesifik. Fleksibilitas ini memungkinkan SyLEx mendukung berbagai profil misi, termasuk uji coba masuk kembali atmosfer dan eksperimen mikrogravitasi, melayani kebutuhan pelanggan sipil maupun militer di pasar Eropa.

Keberhasilan penerbangan perdana ini memvalidasi urutan peluncuran penting dan pelacakan dalam penerbangan, yang sangat relevan dalam konteks pengembangan teknologi pertahanan Prancis, khususnya terkait program demonstrator hipersonik V-MAX. DGA mempercayakan pengembangan ini kepada ArianeGroup, dan keberhasilan ini memperkuat otonomi strategis Prancis dalam memvalidasi teknologi tanpa bergantung pada kapasitas eksternal. Operasi peluncuran melibatkan pengujian ekstensif menggunakan radar, sistem optik, dan telemetri yang tersebar di fasilitas Biscarrosse dan Hourtin serta kapal pengukuran Monge.

ArianeGroup telah mengonfirmasi bahwa peta jalan inkremental sistem ini akan segera berlanjut ke fase berikutnya, yaitu pengembangan versi dua tahap (two-stage) dari roket SyLEx. Versi dua tahap ini dijadwalkan untuk diluncurkan di masa mendatang, yang akan semakin memperluas jangkauan layanan suborbital yang ditawarkan oleh Prancis. Kapabilitas ini menempatkan Prancis sebagai pemain penting di Eropa, bersaing dengan opsi lain seperti roket REXUS yang dikelola oleh DLR Jerman atau penawaran dari perusahaan seperti PLD Space dengan Miura-1.

Sumber-sumber

  • SpaceDaily

  • Ariane Group

  • Defensemirror.com

  • ArianeGroup

  • ArianeGroup

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.

ArianeGroup Sukses Uji Coba Roket Suborbit... | Gaya One