Serat Jadi Fokus Nutrisi, Rasa Global Meresap, dan Peran Kulkas dalam Kuliner Rumahan
Diedit oleh: Olga Samsonova
Industri pangan global sedang mengalami pergeseran paradigma signifikan, bergerak menjauhi tren sesaat yang bersifat ultra-prosesif menuju penekanan yang lebih mendalam pada kepadatan nutrisi dan integrasi budaya kuliner dalam penawaran produk. Perubahan ini didorong oleh peningkatan literasi kesehatan konsumen yang kini menuntut manfaat fungsional jangka panjang, bukan sekadar rasa yang enak. Serat kini diposisikan sebagai komponen nutrisi utama, sering disebut sebagai 'protein baru' seiring meningkatnya kesadaran akan peran krusialnya bagi kesehatan mikrobioma usus.
Fenomena ini memicu gerakan proaktif konsumen seperti 'Fibremaxxing' untuk memastikan asupan serat harian terpenuhi secara optimal, sejalan dengan prediksi bahwa serat akan menjadi bahan unggulan dalam peluncuran produk baru pada tahun 2026. Inovasi di sektor ini secara cerdas mengintegrasikan serat dengan sumber protein seperti lentil, tempe, dan potongan daging yang lebih ramping, seiring dengan peningkatan konsumsi polong-polongan secara global. Kombinasi protein dan serat ini dinilai mampu memberikan rasa kenyang yang lebih lama sekaligus nilai gizi yang optimal.
Di sisi lain, lanskap rasa makanan mengalami demokratisasi, di mana cita rasa global mulai terintegrasi mulus ke dalam penawaran makanan arus utama. Bumbu-bumbu otentik dari berbagai belahan dunia, seperti chamoy khas Meksiko dan ssamjang dari Korea, mulai mendapatkan daya tarik sebagai bahan pokok dalam kegiatan memasak rumahan. Laporan industri memprediksi bahwa cita rasa dunia akan semakin mudah ditemukan di toko bahan makanan konvensional pada tahun 2026, dengan merek-merek besar dilaporkan sedang mempersiapkan perluasan portofolio rasa internasional mereka untuk melayani konsumen muda yang haus akan eksplorasi kuliner.
Ketergantungan konsumen pada peralatan penyimpanan rumah tangga seperti freezer dan lemari dapur untuk mengontrol biaya dan kualitas makanan rumahan juga meningkat. Freezer, yang secara historis dilihat hanya sebagai tempat menyimpan makanan beku, kini bertransformasi menjadi 'destinasi gourmet' yang memungkinkan penyimpanan bahan mentah dan makanan olahan dalam jangka waktu panjang hingga suhu minus 18 derajat Celsius. Kemampuan freezer untuk menghentikan pertumbuhan bakteri di bawah suhu tersebut menjadikannya aset penting dalam strategi food preparation (food prep) untuk menghemat waktu dan menjaga kesegaran stok makanan, memungkinkan rumah tangga membeli bahan dalam jumlah besar saat harga lebih murah.
Pergeseran selera juga menyoroti apresiasi yang tumbuh terhadap kompleksitas rasa, khususnya kembalinya popularitas rasa pahit yang sebelumnya sering dihindari. Rasa pahit, yang terkandung dalam bahan seperti daun radicchio dan cacao nibs (biji kakao tanpa pemanis), kini semakin diminati karena manfaat kesehatan yang dipersepsikan. Makanan pahit terbukti kaya akan fitonutrien dan antioksidan, seperti glukosinolates dalam sayuran cruciferous, yang membantu kerja hati dalam menetralkan racun, menstimulasi cairan pencernaan, dan berpotensi mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes. Pergeseran ini mengindikasikan bahwa konsumen tidak hanya mencari makanan yang 'bersih' tetapi juga makanan yang 'fungsional' secara mendalam.
18 Tampilan
Sumber-sumber
RTE.ie
Food navigator
Beans in everything and going bitter: The food trends that will be huge in 2026
Waitrose: Food & Drink Report 2025-26 - Fruitnet
The Rise of Chamoy Candy in Global Snack Culture – Yumyumcandyshop
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
