Kedua Badai Geomagnetik Desember 2025 Dipicu Ejeksi Tak Terduga dari Suar Matahari X1.1
Diedit oleh: Aleksandr Lytviak
Bumi mengalami dampak dari badai geomagnetik kelas G2.3, diklasifikasikan sebagai 'medium', pada malam hari tanggal 10 Desember 2025. Peristiwa ini merupakan dampak kedua dari ejeksi plasma Matahari yang terjadi antara tanggal 7 hingga 8 Desember. Kejutan bagi para spesialis dari Laboratorium Astrofisika Surya IKI RAN dan ISF SO RAN ini disebabkan oleh fokus awal mereka pada ejeksi pertama yang terkait dengan suar M8.1, yang diperkirakan akan meleset dari lintasan planet.
Dampak kedua yang menghantam Bumi merupakan pancaran plasma yang secara tak terduga padat dan cepat, berasal dari suar kelas X1.1 yang teramati pada bulan Desember dan meletus pada tanggal 8 Desember. Kedatangan plasma ini memicu reaksi kuat pada magnetosfer Bumi, menghasilkan pembentukan oval kutub yang sangat terang. Aktivitas matahari pada Desember 2025 secara umum menunjukkan perilaku yang sulit diprediksi, termasuk pengamatan ejeksi suar 'gelap' yang langka, menurut para ahli di laboratorium astrofisika surya.
Spesialis laboratorium astrofisika mencatat bahwa dampak utama dari plasma tersebut terpusat di wilayah Skandinavia. Area yang terpengaruh oleh plasmoid tersebut meliputi wilayah di mana oval kutub terbentuk, termasuk bagian barat daya Rusia, sebelum kemudian bergeser menuju Kanada. Meskipun kekuatan suar tersebut mencapai kelas G2.3, para ilmuwan berpendapat bahwa dampak yang lebih kuat berhasil dihindari karena Bumi hanya terserempet oleh tepi plasmoid tersebut.
Suar X1.1 pada 8 Desember juga memicu gangguan radio kuat (level R3, kuat) yang dirasakan di Australia dan Asia Timur. Aktivitas matahari yang tinggi ini terjadi di tengah perkiraan bahwa puncak Siklus Matahari ke-25 akan tercapai pada akhir 2025 atau awal 2026. Fakta bahwa lintasan kedatangan plasma dari suar X1.1 tidak tercermin dalam model prediksi menjadi kendala signifikan bagi upaya peramalan cuaca antariksa jangka panjang, terutama karena badai geomagnetik yang diprediksi pada 9 Desember akibat ejeksi pertama tidak terwujud.
Para peneliti dari Laboratorium Astrofisika IKI RAN melaporkan bahwa ejeksi kedua, yang merupakan aliran plasma yang lebih padat dan cepat dari suar kelas X di bulan Desember, 'benar-benar meleset dari model' dan seharusnya melewati planet ini. Pada pagi hari tanggal 11 Desember 2025, badai magnetik dengan intensitas G2 (medium) masih berlanjut. Aktivitas matahari yang sangat tinggi, seperti suar kelas X5.1 yang diamati pada November 2025, dapat memicu badai geomagnetik tingkat G4 atau kategori berat, menurut pemantauan NOAA Space Weather Prediction Center (SWPC).
Bagi individu yang sensitif terhadap cuaca antariksa, direkomendasikan untuk menghindari tekanan fisik dan emosional yang berlebihan pada paruh pertama hari, meningkatkan asupan air, dan mematuhi rezim istirahat. Pada tanggal 11 Desember 2025, diperkirakan situasi geomagnetik akan kembali ke kondisi tenang, dengan indeks K yang diharapkan berada di antara 1 hingga 2.5, yang sesuai dengan tingkat aktivitas geomagnetik 'hijau'. Posisi geografis Indonesia yang berada di sekitar garis khatulistiwa memberikan perlindungan alami melalui sabuk magnetosfer kuat yang dikenal sebagai Equatorial Electrojet, yang berfungsi sebagai perisai terhadap partikel berenergi tinggi.
24 Tampilan
Sumber-sumber
Onliner
hibiny.ru
Рамблер
НОВОСТИ Mail.Ru
НОВОСТИ Mail.Ru
tsn24.ru
РИА Новости Крым
Аргументы и факты
Vertex AI Search
Vertex AI Search
Vertex AI Search
Vertex AI Search
Vertex AI Search
NUR.KZ
URA.RU
ФОНТАНКА.ру
Zakon.kz
Лаборатория солнечной астрономии ИКИ и ИСЗФ
Агентство новостей «Доступ»
NV
atas.info
URA.RU
NUR.KZ
NEWS.ru
inbusiness.kz
URA.RU
BFM.ru
Московский Планетарий
Википедия
Новости
Хабр
The Economic Times
ИКИ РАН: Солнечный выброс плазмы 8 декабря вызвал магнитные бури на Земле
Магнитная буря 11 декабря 2025 года накрыла Землю: характеристика дня и расписание геоударов на неделю
Магнитная буря 11 декабря: солнечный ветер ускорится почти до 380 км/с
Магнитные бури 11 декабря 2025 по часам: прогноз и влияние на самочувствие
Землю накрыла магнитная буря после непредсказуемого «удара» солнечной плазмы
ИКИ РАН: Солнечный выброс плазмы 8 декабря вызвал магнитные бури на Земле
Землю накрыла магнитная буря после непредсказуемого «удара» солнечной плазмы
Декабрьский календарь магнитных бурь и опасные даты для здоровья | News-Bash
После выброса плазмы с Солнца на Земле началась магнитная буря
Прогноз магнитных бурь - Лаборатория солнечной астрономии ИКИ и ИСЗФ
Google Search
Общественная служба новостей — ОСН
Кубанские новости
Наука
Dexter
Baca lebih banyak artikel tentang topik ini:
🕳️ Gravitational waves just revealed a mass range where black holes cannot be born. Stars above 45 solar masses explode so violently they leave nothing behind. Zero remnant. Black holes found in this forbidden zone must have formed from mergers. LIGO detected the first direct
Jupiter's Great Red Spot will soon disappear. The spot itself is a giant anticyclone that has existed for over 350 years. However, it is showing a downward trend. In the 19th century, its diameter was approximately 40,000 km, but in recent decades, it has significantly shrunk to
The Anomalously High Abundance of Deuterium in 3I/ATLAS avi-loeb.medium.com/the-anomalousl… Deuterium to hydrogen (D/H) ratios in methane (CH4) and other molecules within the solar system and beyond.
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
