Badai Siklon Senyar Langka di Selat Malaka Picu Bencana Regional

Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17

Badai siklon Senyar terbentuk di Strait of Malacca dan akan bergerak pelan dengan hujan lebat di Sumatra.

Sebuah peristiwa meteorologi signifikan terjadi ketika depresi mendalam di Selat Malaka menguat menjadi Badai Siklon Senyar pada Rabu dini hari, 26 November 2025. Kejadian ini menarik perhatian karena Senyar tercatat sebagai siklon pertama yang pernah diamati di Selat Malaka sejak pencatatan dimulai pada akhir abad ke-1800. Pada saat pemantauan awal, sistem Senyar berpusat di sekitar koordinat 5.0° Lintang Utara dan 98.0° Bujur Timur, dekat wilayah Indonesia dan Malaysia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kecepatan angin maksimum sistem ini mencapai 43 knot, setara dengan sekitar 80 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum di pusat mencapai 998 hPa. Perkembangan Siklon Tropis Senyar merupakan hasil penguatan Bibit Siklon 95B yang dipantau BMKG di kawasan timur Aceh, dan secara resmi dinamai oleh India Meteorological Department (IMD) pada awal 26 November. Fenomena ini dianggap sangat tidak lazim sebab terbentuk begitu dekat dengan garis khatulistiwa, wilayah yang secara teoretis kurang mendukung pembentukan siklon tropis karena lemahnya efek Coriolis.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa kondisi ini meningkatkan suplai uap air di perairan hangat Selat Malaka, memicu pertumbuhan awan konvektif di bagian utara Sumatra. Sebagai perbandingan historis, Siklon Tropis Vamei pada Desember 2001 tercatat sebagai badai tropis yang terbentuk paling dekat dengan ekuator sebelumnya, yaitu pada lintang 1,3 derajat LU. Senyar diperkirakan akan mempertahankan intensitasnya sebelum melintasi garis pantai Indonesia, dengan prediksi pergerakan ke arah barat hingga barat daya dengan kecepatan 4 knot (7 km/jam) dalam 24 jam ke depan, sebelum kemungkinan melemah menjadi Depresi Tropis dalam 48 jam berikutnya.

Dampak langsungnya meliputi potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem serta angin kencang di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Hal ini memicu potensi bencana hidrometeorologi lanjutan di wilayah Aceh, Sumut, Kepulauan Riau, Riau, dan Sumatra Barat (Sumbar) dalam rentang waktu dua hingga tiga hari ke depan. Secara regional, Siklon Tropis Senyar membawa konsekuensi signifikan melintasi batas negara, menerjang Semenanjung Malaysia dan Thailand Selatan, menyebabkan hujan deras dan banjir bandang di kawasan tersebut.

Data menunjukkan total korban jiwa akibat Senyar di ketiga negara terdampak mencapai 96 orang: Indonesia mencatat 49 korban jiwa, Thailand 46 korban jiwa, dan Malaysia satu korban jiwa, sementara lebih dari 30.000 orang terpaksa mengungsi. Di Thailand Selatan, banjir yang dipicu oleh sistem ini juga dilaporkan menyebabkan gangguan parah pada jaringan seluler dan listrik, bahkan memaksa penghentian sementara operasi Pembangkit Listrik Chana di Songkhla. Otoritas di Malaysia, termasuk Raja Malaysia, Sultan Ibrahim, telah memerintahkan bantuan darurat penuh untuk mempercepat evakuasi bagi lebih dari 12.000 orang yang terdampak di negara bagian utara.

Secara paralel, sebuah area tekanan rendah sekunder yang berada di Teluk Benggala bagian barat daya juga telah menguat menjadi tekanan rendah yang ditandai dengan baik. Sistem kedua ini menjadi fokus perhatian utama untuk potensi curah hujan tinggi di semenanjung India bagian selatan, khususnya meliputi wilayah Tamil Nadu dan Kerala, yang mulai merasakan dampaknya pada hari yang sama, 26 November. Perkembangan Senyar di Selat Malaka terjadi karena sistem ini 'mengalah' ruang pengembangan dari sistem di Teluk Benggala, yang memungkinkan Senyar terbentuk di luar area utama Teluk Benggala. Kondisi ini menegaskan tren yang diamati oleh peneliti seperti Siswanto, bahwa kenaikan suhu permukaan laut di Selat Malaka sejak awal 1980-an sejalan dengan pemanasan global, meningkatkan kemungkinan sistem tropis terbentuk di lintang rendah dekat Sumatera.

Sumber-sumber

  • @businessline

  • The Economic Times

  • Hindustan Times

  • Zee News

  • India Today

  • Chennairains (COMK)

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.

Badai Siklon Senyar Langka di Selat Malaka... | Gaya One