Konfirmasi Kehadiran Puma dan Jaguar di Hidalgo Perkuat Koridor Biokultural

Diedit oleh: Olga Samsonova

Keberadaan spesies kucing besar seperti puma dan jaguar telah terverifikasi di negara bagian Hidalgo, Meksiko, sebuah konfirmasi yang disampaikan oleh Erika Ortigoza Vázquez, kepala Komisi Keanekaragaman Hayati Negara Bagian (Coesbioh). Hidalgo memegang posisi ekologis signifikan karena menjadi habitat bagi keenam spesies kucing liar yang ada di Meksiko, termasuk jaguar yang terdaftar sebagai spesies "dalam Bahaya kepunahan" menurut NOM-059-SEMARNAT-2010. Konfirmasi ini mendorong penguatan strategi konservasi dan pengawasan di seluruh wilayah tersebut.

Untuk meningkatkan pemantauan fauna liar secara komprehensif, Coesbioh telah melakukan peningkatan substansial dalam kapasitas penangkapan kamera mereka, melonjak dari hanya lima unit menjadi sekitar 150 unit. Data terbaru dari tahun 2025 menguatkan temuan ini, mencatat setidaknya tiga rekor puma yang terdeteksi melalui kamera di beberapa munisipalitas, termasuk Metztitlán dan Ixmiquilpan. Erika Ortigoza Vázquez juga mencatat bahwa puma di wilayah Hidalgo cenderung memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan populasi di Amerika Utara atau negara seperti Chili.

Sebuah tonggak penting dalam upaya konservasi terjadi pada tanggal 1 September 2025, ketika seekor puma betina bernama Mesly berhasil ditangkap, diobati dari luka-lukanya, dan kemudian dilepaskan kembali dengan dilengkapi kalung telemetri. Sejalan dengan upaya konservasi, negara bagian ini secara aktif memajukan pengembangan koridor biokultural, sebuah inisiatif yang mengintegrasikan pelestarian satwa liar dengan kearifan lokal dan partisipasi masyarakat. Koridor-koridor ini, yang validitasnya diperkuat melalui lokakarya multibahasa sepanjang tahun 2025, dirancang untuk membangun ketahanan biologis, iklim, sosial, dan ekonomi. Beberapa koridor kunci yang difokuskan meliputi yang berpusat pada Anggrek dan Jaguarundi, Mesquite dan Puma, serta Yucca dan Ular.

Di zona prioritas konservasi jaguar, khususnya di sekitar Taman Nasional Los Mármoles, setidaknya empat jaguar aktif telah berhasil diidentifikasi. Taman Nasional Los Mármoles, yang didirikan pada tanggal 8 September 1936 oleh Presiden Lázaro Cárdenas, merupakan salah satu taman nasional pertama di Meksiko dan berfungsi sebagai aset penting dalam konektivitas ekologis antara Sierra Gorda di Querétaro dan Guanajuato, serta kawasan lain hingga Veracruz. Meskipun seekor jaguar bernama Pacus meninggal pada September 2025, peristiwa tersebut meningkatkan visibilitas konservasi, yang berujung pada pengumuman pendanaan baru.

Pada bulan September 2025, diumumkan alokasi dana sebesar 4 juta peso yang difokuskan untuk melengkapi salah satu koridor biokultural. Lebih lanjut, hingga Maret 2026, investasi tambahan sebesar 4 juta peso telah digelontorkan untuk melatih dan memperlengkapi empat brigade pemantau kucing besar. Studi sebelumnya mengenai konektivitas jaguar di Sierra Madre Oriental menunjukkan bahwa Hidalgo memiliki jumlah rute dispersi dan perjalanan tertinggi di antara wilayah-wilayah yang dievaluasi. Upaya konservasi jaguar di Meksiko menghadapi tantangan besar seperti hilangnya habitat akibat perluasan batas pertanian, yang telah menyebabkan hilangnya sekitar 50% dari jangkauan distribusi spesies tersebut.

Kolaborasi antarlembaga, seperti yang ditunjukkan oleh pertemuan di Bogotá yang melibatkan lebih dari 30 perwakilan dari 11 organisasi, termasuk UNAM dari Meksiko, dianggap krusial untuk mencapai tujuan konservasi. Penguatan pemantauan di Hidalgo, yang mencakup wilayah seperti Taman Nasional Los Mármoles yang meliputi munisipalitas Zimapán, Jacala de Ledezma, Pacula, dan Nicolás Flores, merupakan langkah nyata dalam menjaga koridor biologis vital ini.

5 Tampilan

Sumber-sumber

  • La Silla Rota

  • Subrayado MX

  • El Universal Hidalgo

  • La Razón de México

  • Voces Radio

  • El Sol de Hidalgo

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.