Analisis Perilaku 'Head Bunting' Kucing sebagai Penanda Kepercayaan dan Komunikasi Kimiawi
Diedit oleh: Olga Samsonova
Perilaku kucing yang dikenal sebagai 'head bunting' atau menyundulkan kepala merupakan komunikasi fundamental yang melampaui sekadar ekspresi kasih sayang, secara esensial menandakan tingkat kepercayaan, rasa memiliki, dan kesejahteraan emosional terhadap manusia yang berinteraksi dengannya. Tindakan naluriah ini adalah komponen krusial dalam bahasa sosial felid, melibatkan pelepasan feromon dari kelenjar khusus yang terletak di area kepala, pipi, dan dagu kucing. Feromon ini adalah molekul kimia yang digunakan kucing untuk berkomunikasi, diproduksi dan dideteksi secara spesifik oleh sistem tubuh mereka, dan dapat memicu respons perilaku tertentu.
Secara spesifik, tindakan menggosokkan kepala berfungsi sebagai penanda sosial yang kuat. Dengan bergesekan pada manusia atau objek, kucing secara efektif mendepositkan aroma khas mereka, secara implisit mengidentifikasi individu tersebut sebagai bagian dari lingkungan yang aman dan akrab, sehingga menciptakan apa yang disebut sebagai 'aroma kelompok'. Kelenjar aroma yang melepaskan feromon ini tersebar di berbagai lokasi, termasuk sisi dahi (kelenjar temporal), sekitar bibir (kelenjar circumoral), serta area perianal, kaki, dan jari-jari. Pelepasan feromon dari kepala, khususnya, menandakan keramahan dan keakraban, menegaskan ikatan yang terbentuk.
Para ahli perilaku kucing, seperti Alex Taylor dari International Cat Care, menjelaskan bahwa ketika feromon ini mencapai organ vomeronasal kucing, mereka memicu sinyal saraf langsung ke amigdala hipotalamus, area yang mengontrol perilaku sosial. Perilaku bunting ini memperkuat kohesi sosial, secara jelas menandakan kedekatan dan menegaskan bahwa orang tersebut adalah bagian integral dari teritori atau 'suku' kucing tersebut. Bahkan, kucing yang lebih dominan secara sosial sering kali menjadi inisiator perilaku head bunting ini, bertugas menyebarkan aroma keluarga dan merawat anggota kelompok lainnya.
Untuk mengonfirmasi pesan kasih sayang yang disampaikan melalui sentuhan kepala ini, pengamat perlu memperhatikan perilaku penyerta lainnya. Perilaku seperti mendengkur atau kedipan mata lambat (slow blinks) sangat membantu dalam memvalidasi pesan afeksi yang melekat pada usapan kepala tersebut. Selain itu, feromon wajah kucing, yang telah diidentifikasi secara kimiawi sebagai F1–F5, memainkan peran penting dalam komunikasi ini. Kucing adalah makhluk yang secara naluriah sangat waspada terhadap lingkungan mereka, menjadikan tindakan menyentuhkan kepala dengan lembut sebagai demonstrasi kepercayaan yang mendalam; hal ini menunjukkan bahwa mereka merasa benar-benar aman di dekat individu tersebut.
Memahami isyarat-isyarat ini secara akurat memungkinkan pemilik untuk merespons kebutuhan emosional hewan peliharaan mereka dengan lebih empatik dan tepat sasaran. Meskipun head bunting adalah cara komunikasi yang umum, penting untuk dicatat bahwa tidak semua kucing mengekspresikannya dengan cara yang sama; beberapa mungkin memilih untuk menunjukkan kasih sayang melalui dengkuran atau dengan mengikuti pemiliknya ke mana pun. Dengan menafsirkan perilaku ini secara benar, pemilik dapat secara signifikan mempererat hubungan timbal balik dengan hewan kesayangan mereka, menciptakan kemitraan yang lebih harmonis dan saling memahami.
14 Tampilan
Sumber-sumber
eldiariodecarlospaz.com.ar
TN
El Universal
Clínica Veterinaria La Asunción
Infobae
Rover.com
Feliway ES
Cats.com
El Diario de Carlos Paz
Tiendanimal
Infobae
Cat Behavior Associates
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
