Volatilitas Ethereum di Tengah Eskalasi Geopolitik dan Aksi Jual Pemegang Besar
Diedit oleh: Yuliya Shumai
Pada awal bulan Maret 2026, pasar aset kripto global, khususnya Ethereum (ETH), melewati periode instabilitas harga yang cukup ekstrem. Nilai tukar Ethereum sempat tergelincir hingga menembus ke bawah level 1.800 dolar AS, sebelum akhirnya menunjukkan daya lenting dengan pulih ke kisaran 1.982 dolar AS pada tanggal 1 Maret 2026. Turbulensi pasar yang terjadi ini merupakan dampak langsung dari kombinasi beberapa faktor krusial, mulai dari tekanan jual oleh para pemegang aset skala besar hingga eskalasi mendadak dalam situasi geopolitik internasional yang memanas.
Joao Wedson, seorang analis dari firma Alphractal, memberikan catatan penting mengenai perilaku pemilik dompet digital yang menguasai antara 100.000 hingga 1.000.000 ETH. Dompet-dompet ini, terutama yang tidak terhubung dengan bursa kripto, terpantau secara konsisten mengurangi kepemilikan mereka selama periode 90 hari terakhir. Langkah ini sering kali diinterpretasikan sebagai upaya realisasi keuntungan atau transisi menuju strategi investasi yang lebih defensif di kalangan investor privat besar. Tekanan jual dari para pemain utama ini terjadi bersamaan dengan rilis data ekonomi makro yang menunjukkan kenaikan Indeks Harga Produsen (PPI) inti sebesar 0,8% secara bulanan pada akhir Februari 2026. Darkfost, analis dari CryptoQuant, menilai bahwa lonjakan inflasi ini memberikan sinyal kuat bahwa Federal Reserve mungkin akan menunda pemangkasan suku bunga demi meredam inflasi yang membandel.
Latar belakang ekonomi makro tersebut semakin diperumit oleh ketidakpastian geopolitik yang mendalam setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Situasi mencapai titik kritis pada pagi hari tanggal 1 Maret 2026 dengan adanya konfirmasi mengenai wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Berita ini seketika memicu aksi jual panik di pasar kripto. Di tengah guncangan hebat ini, harga emas spot melonjak hingga melewati angka 5.380 dolar AS per ons, mempertegas kecenderungan investor untuk beralih ke aset aman tradisional guna memitigasi risiko di tengah ketidakpastian global.
Proses pengurangan leverage atau deleveraging di pasar terlihat sangat mencolok melalui penurunan drastis pada Open Interest (OI) Ethereum di pasar derivatif. Total OI untuk ETH merosot tajam dari sekitar 7,79 juta ETH menjadi hanya 5,8 juta ETH, yang mencerminkan penutupan posisi secara masif oleh para trader yang menggunakan fasilitas kredit atau leverage. Di bursa Binance, nilai nominal OI jatuh bebas dari angka lebih dari 12,6 miliar dolar AS menjadi 4,1 miliar dolar AS, sementara di Bybit, angka tersebut terpangkas hingga dua pertiga menjadi sekitar 1,9 miliar dolar AS. Penurunan OI yang mencapai lebih dari 66% dari rekor tertinggi sebelumnya ini, menurut data CryptoQuant, mengindikasikan adanya pembersihan struktural terhadap kelebihan leverage di dalam pasar.
Meskipun terdapat tekanan jual yang signifikan dalam jangka pendek, muncul data yang menunjukkan tren akumulasi yang cukup mengejutkan. Dilaporkan bahwa antara akhir Januari hingga akhir Februari 2026, para pemegang besar justru telah mengumpulkan ETH dengan nilai total mencapai 18,7 miliar dolar AS. Saat guncangan geopolitik melanda, Bitcoin sempat merosot ke level 63.000 dolar AS dan Ethereum menyentuh titik terendah di 1.841 dolar AS, namun aset tersebut segera bangkit dengan kenaikan harian sekitar 6,90%. Hal ini menunjukkan bahwa minat beli investor masih tetap terjaga meskipun pasar sedang bergejolak. Per tanggal 1 Maret 2026, total kapitalisasi pasar kripto berada di angka 2,3 triliun dolar AS, mencatatkan penurunan sebesar 4,35% dalam kurun waktu 24 jam.
Walaupun tren jangka pendek masih menunjukkan kecenderungan menurun dan membutuhkan pemulihan ke level psikologis 2.400 serta 2.800 dolar AS untuk konfirmasi pembalikan arah, prospek jangka panjang Ethereum tetap didukung oleh keterlibatan institusional yang kuat. Nama-nama besar seperti BlackRock dan JPMorgan Asset Management terus menunjukkan komitmen dalam pengembangan jaringan ini. Para pengamat berpendapat bahwa kepastian mengenai wafatnya Khamenei mungkin telah sedikit menurunkan premi risiko geopolitik karena pasar mulai mengantisipasi kemungkinan konflik yang lebih singkat. Namun, kebutuhan akan perlindungan terhadap risiko penurunan tetap tinggi, yang tercermin dari banyaknya opsi put Bitcoin yang terkonsentrasi pada level 60.000 dolar AS di platform Deribit.
6 Tampilan
Sumber-sumber
NewsBTC
Bitrue
CryptoPotato
NewsBTC
CryptoQuant
Global News
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.



