Jonathan, Kura-kura Tertua Dunia, Jadi Sasaran Hoaks Kematian dan Penipuan Kripto
Diedit oleh: Olga Samsonova
Jonathan, kura-kura raksasa Seychelles yang menyandang gelar hewan darat tertua di dunia, baru-baru ini menjadi pusat penyebaran berita palsu melalui media sosial yang mengklaim kematiannya. Laporan menyesatkan tersebut terbukti merupakan bagian dari skema penipuan mata uang kripto yang memanfaatkan popularitas ikon berusia lanjut ini. Insiden ini menyoroti kerentanan figur publik, bahkan yang berumur panjang seperti Jonathan, terhadap manipulasi digital dan upaya penipuan finansial yang berkedok belasungkawa.
Sumber utama disinformasi ini adalah akun X palsu yang secara keliru mengatasnamakan Dr. Joe Hollins, dokter hewan yang merawat Jonathan. Akun peniru tersebut menyebarkan unggahan yang secara eksplisit meminta donasi mata uang kripto sebagai sumbangan peringatan untuk kura-kura tersebut. Dr. Hollins yang asli dengan cepat membantah klaim tersebut, menegaskan bahwa Jonathan "masih sangat hidup" dan dalam kondisi baik. Gubernur Saint Helena saat itu, Nigel Phillips, juga mengonfirmasi status Jonathan, secara pribadi memastikan bahwa sang kura-kura sedang beristirahat dengan tenang di kediamannya.
Diperkirakan berusia sekitar 194 tahun, Jonathan adalah spesies langka kura-kura raksasa Seychelles (Aldabrachelys gigantea hololissa) dan telah menjadi simbol ketahanan di Pulau Saint Helena, sebuah wilayah seberang laut Britania di Atlantik Selatan. Ia tiba di pulau tersebut sekitar tahun 1882 sebagai hadiah untuk gubernur yang menjabat saat itu, Sir William Grey-Wilson, diperkirakan sudah berusia 50 tahun pada saat kedatangannya. Jonathan memegang Rekor Dunia Guinness sebagai chelonian tertua yang masih hidup, sebuah gelar yang ia raih pada tahun 2021, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Tu'i Malila yang hidup hingga 188 tahun.
Kondisi kesehatan Jonathan saat ini menunjukkan tantangan yang melekat pada umur yang sangat panjang, melampaui harapan hidup rata-rata spesiesnya yang sekitar 150 tahun. Meskipun ia menjalani kehidupan yang sehat, ia telah menderita katarak yang menyebabkan kebutaan dan kehilangan indra penciumannya secara signifikan. Dr. Joe Hollins, yang telah merawatnya sejak 2009, memastikan bahwa Jonathan memiliki nafsu makan yang normal dan libido yang kuat, bahkan masih mencoba untuk kawin dengan kura-kura lain di sana, yaitu Emma (55 tahun) dan Frederik (32 tahun). Perawatan intensif diterapkan untuk menjaga kesejahteraannya, termasuk pemberian makan dengan tangan seminggu sekali untuk memastikan asupan kalori, vitamin, dan mineral yang cukup, karena ia tidak dapat mendeteksi makanan yang diletakkan di tanah akibat kebutaan dan anosmia.
Jonathan menghabiskan hari-harinya merumput di halaman Plantation House, kediaman resmi Gubernur Saint Helena, bersama tiga kura-kura raksasa lainnya: David, Emma, dan Frederik. Kehadirannya sangat penting bagi komunitas lokal; ia telah menyaksikan sekitar 31 gubernur Saint Helena silih berganti dan wajahnya pernah tertera pada koin mata uang setempat, menjadikannya institusi hidup di wilayah tersebut. Gubernur Nigel Phillips, yang menjabat sejak Agustus 2022 sebagai perwakilan Raja Charles III, memastikan bahwa Jonathan tetap menjadi ikon nasional yang dilindungi oleh masyarakat pulau. Insiden hoaks kematian ini menggarisbawahi bagaimana entitas yang sangat dihormati, yang telah menyaksikan perubahan sejarah manusia yang drastis, kini harus menghadapi ancaman baru berupa penipuan digital yang memanfaatkan reputasinya.
3 Tampilan
Sumber-sumber
getwestlondon
accrington
The Guardian
Wikipedia
Liputan6.com
GB News
First Coast News
The Guardian
Encyclopædia Britannica
firstcoastnews.com
USA Today
YouTube
Baca lebih banyak artikel tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.



