Optimalisasi Cahaya dan Musik untuk Mengelola Suasana Hati Saat Cuaca Mendung

Diedit oleh: Olga Samsonova

Pakar psikologi secara konsisten merekomendasikan penerapan strategi proaktif untuk mengatasi penurunan suasana hati yang sering menyertai kondisi cuaca mendung atau hujan. Salah satu rekomendasi utama berpusat pada maksimalisasi paparan cahaya, bahkan di dalam ruangan, karena cahaya memegang peranan penting dalam mendukung produksi serotonin, neurotransmitter esensial untuk regulasi suasana hati yang stabil.

Kekurangan paparan sinar matahari, yang umum terjadi saat cuaca buruk, berpotensi menurunkan kadar serotonin, yang dapat bermanifestasi sebagai perasaan murung, kurang bersemangat, dan memicu kecemasan. Untuk meniru efek peningkat suasana hati dari sinar matahari, individu dianjurkan memanfaatkan pencahayaan buatan yang terang atau menempatkan diri di dekat sumber cahaya alami sebisa mungkin. Strategi ini secara langsung bertujuan melawan peningkatan produksi melatonin yang diasosiasikan dengan kegelapan, yang sering menimbulkan rasa kantuk dan semangat rendah. Sebagai contoh, paparan sinar matahari pagi telah terbukti secara ilmiah tidak hanya mengaktifkan Vitamin D tetapi juga membantu menjaga suasana hati tetap baik.

Sejalan dengan optimalisasi cahaya, keterlibatan dalam mendengarkan musik yang secara personal bermakna atau menyenangkan juga direkomendasikan untuk menenangkan pikiran dan menstabilkan kondisi emosional. Musik, seni suara yang tersusun dari ritme, melodi, dan harmoni, terbukti secara neurologis memberikan stimulus pada otak dan memengaruhi hormon sebagai respons. Penelitian menunjukkan bahwa musik dapat mengaktifkan hampir semua jaringan otak, termasuk yang berkaitan dengan emosi dan memori, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas emosi seseorang. Melibatkan diri dengan musik yang disukai dapat berfungsi sebagai pendekatan dalam mengatasi hambatan psikologis, di mana melodi yang menyenangkan menetralkan keruwetan kehidupan sehari-hari.

Perubahan cuaca ekstrem dapat mengganggu keseimbangan biologis dan psikologis tubuh, memaksa sistem pengatur alami beradaptasi, yang dapat menyebabkan kelelahan atau mudah tersinggung. Langkah-langkah sederhana namun dapat ditindaklanjuti ini—mengatur pencahayaan dan terlibat dalam stimulasi auditori yang disukai—membentuk pertahanan efektif terhadap penurunan kesejahteraan mental yang dipicu oleh kondisi cuaca. Upaya menjaga kadar serotonin tetap optimal juga dapat dilakukan melalui olahraga teratur selama minimal 30 menit setiap hari, yang terbukti efektif melawan depresi. Kondisi suasana hati yang rendah akibat cuaca mendung dapat memicu gejala seperti kesulitan tidur atau tidur berlebihan, serta perubahan nafsu makan, terutama keinginan mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat.

Dalam konteks medis, kondisi ini kadang dikaitkan dengan *Seasonal Affective Disorder* (SAD) yang sering muncul di musim dengan sedikit matahari. Untuk mengatasi SAD, pengobatan dapat mencakup terapi cahaya, farmakoterapi, dan psikoterapi, namun penting untuk menginformasikan dokter jika memiliki gangguan bipolar karena terapi cahaya dapat memicu episode manik. Selain itu, konsumsi makanan sehat yang kaya triptofan, seperti daging unggas, telur, dan ikan, juga mendukung produksi serotonin tanpa obat-obatan. Dengan mengintegrasikan intervensi berbasis cahaya dan stimulasi musik yang personal, individu dapat secara proaktif mengelola respons psikologis mereka terhadap variasi kondisi atmosfer.

8 Tampilan

Sumber-sumber

  • https://women.okezone.com/

  • Kasandra Associates – Strategic Mental Health & Wellness Solution

  • Sunshine, Serotonin, and Skin: A Partial Explanation for Seasonal Patterns in Psychopathology? - PubMed Central

  • Seeing the Light of an Improved Mood - Michigan Medicine

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.