
Kecemburuan Persahabatan Berakar pada Isu Harga Diri Mendasar
Diedit oleh: Olga Samsonova

Konsultasi psikologis menggarisbawahi bahwa emosi negatif intens, seperti rasa cemburu yang muncul saat seorang sahabat meraih kesuksesan, sering kali berakar pada masalah harga diri tersembunyi, bukan semata-mata dinamika persahabatan itu sendiri. Fenomena ini, yang kadang dianalogikan sebagai 'crab mentality' atau mentalitas kepiting, di mana individu enggan melihat orang lain lebih sukses, menunjukkan adanya perbandingan realitas diri dengan pencapaian eksternal yang dirasakan teman. Sebuah kasus konkret melibatkan seorang pembaca yang mengungkapkan perasaan tidak memadai ketika sahabat karibnya mengalami kemajuan signifikan, termasuk promosi karier dan memulai hubungan romantis baru.
Ketergantungan pada validasi dari sahabat membuat seseorang rentan terhadap perasaan ini, yang pada dasarnya berfungsi sebagai indikator kebutuhan pribadi yang belum terpenuhi. Rasa iri atau resah yang muncul adalah emosi manusiawi yang umum, namun respons agresif atau penarikan diri dapat mengikis ikatan pertemanan yang telah terjalin. Penelitian empiris, seperti yang dilakukan pada remaja putri di Semarang, menunjukkan adanya korelasi negatif signifikan antara harga diri dan tingkat kecemburuan, dengan nilai rxy = -0,182 dan p = 0,04, mengonfirmasi bahwa harga diri yang lebih rendah berkorelasi dengan kecemburuan yang lebih tinggi. Inti permasalahan sering kali terletak pada kurangnya kepuasan pribadi dalam aspek kehidupan dan karier individu tersebut, yang mendorong perbandingan terus-menerus.
Psikolog klinis berlisensi, Kathy Nickerson, Ph.D., mencatat bahwa kecemburuan dalam pertemanan sering dipicu oleh harga diri yang rendah dan rasa percaya diri yang kurang, ditambah ketakutan akan ditinggalkan. Ketika seseorang merasa iri, hal itu adalah sinyal bahwa terdapat diskrepansi antara apa yang dimiliki dan apa yang diinginkan. Mengatasi hal ini memerlukan pergeseran fokus dari pencapaian orang lain ke pengembangan diri sendiri, seperti mengasah keterampilan baru atau mencari pemenuhan pribadi di luar lingkup persahabatan.
Penelitian dari Arizona State University, Oklahoma State University, dan Hamilton College mengindikasikan bahwa kecemburuan terhadap sahabat dapat menandakan kepekaan terhadap nilai persahabatan dan berfungsi sebagai upaya menjaga ikatan tersebut, terutama ketika ada ancaman pihak ketiga. Namun, penarikan diri hanya dipertimbangkan jika rasa sakit akibat kesuksesan teman bersifat persisten dan melumpuhkan, atau jika hubungan tersebut secara konsisten memicu perilaku negatif. Untuk memitigasi dampak negatif ini, langkah proaktif seperti mengidentifikasi pemicu kecemburuan, yang menurut konselor Hailey Shafir, M.Ed, LCMHCS, LCAS, CCS, umumnya terkait dengan rasa tidak aman, sangat krusial.
Saran yang diberikan menekankan pentingnya welas asih terhadap diri sendiri dan pengakuan bahwa persahabatan sejati mendukung pertumbuhan timbal balik, bukan perbandingan tanpa akhir. Mengubah rasa iri menjadi motivasi adalah strategi konstruktif yang disarankan, memanfaatkan perasaan tersebut sebagai pengingat untuk meningkatkan pencapaian pribadi alih-alih meremehkan orang lain. Dengan mempraktikkan rasa syukur atas apa yang telah dimiliki dan mencari perspektif objektif melalui diskusi dengan teman tepercaya, individu dapat mengurangi kecenderungan membandingkan diri yang merusak mental dan hubungan sosial mereka. Sikap ini sejalan dengan prinsip bahwa hubungan yang sehat membutuhkan pemahaman dan penerimaan terhadap kemajuan masing-masing pihak.
4 Tampilan
Sumber-sumber
Marie Claire
Marie Claire
vertexaisearch.cloud.google.com
YouTube
vertexaisearch.cloud.google.com
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.



