Singapura Perluas Inisiatif Pendidikan Seni Lintas Budaya di Sekolah dan Prasekolah

Diedit oleh: Olga Samsonova

Singapura Perluas Inisiatif Pendidikan Seni Lintas Budaya di Sekolah dan Prasekolah-1

Menteri Negara Baey Yam Keng mengumumkan serangkaian inisiatif pendidikan seni yang diperluas di Parlemen pada 5 Maret 2026, dengan fokus utama pada pengayaan multikulturalisme dan integrasi seni dalam pendidikan anak usia dini. Langkah-langkah ini melanjutkan komitmen Singapura terhadap reformasi pendidikan, yang sebelumnya terbukti efektif dalam mengatasi kehilangan pembelajaran pasca-pandemi COVID-19 melalui kebijakan antisipatif Kementerian Pendidikan Singapura (MOE).

Salah satu program baru yang diluncurkan adalah program tari antar-etnis untuk sekolah menengah, yang akan berlangsung dari Maret 2026 hingga Agustus 2027. Inisiatif ini merupakan kolaborasi strategis antara Dewan Seni Kebangsaan (NAC) dan MOE, dirancang untuk memberikan paparan komprehensif kepada siswa terhadap berbagai bentuk seni pertunjukan. Siswa sekolah menengah akan mempelajari tari tradisional dari komunitas Tionghoa, Melayu, dan India, yang akan diseimbangkan dengan eksplorasi tari kontemporer. Program ini juga mencakup jalur bagi siswa berprestasi untuk mengikuti audisi kompetisi 'Super 24', menandakan adanya jalur pengembangan bakat yang terstruktur.

Upaya ini didukung oleh temuan survei yang mengindikasikan bahwa delapan dari sepuluh warga Singapura meyakini seni berperan penting dalam memfasilitasi pemahaman antarbudaya. Sejalan dengan itu, NAC telah meningkatkan penawaran Program Pendidikan Seni (AEP) sebesar 35 persen dibandingkan tahun 2025, menyediakan hampir 300 pilihan program untuk siklus tahun 2026. Program AEP, yang telah berjalan sejak 1993, bertujuan memastikan setiap anak terpapar pada kelima bentuk seni pada akhir sekolah menengah, sejalan dengan upaya diplomasi budaya sebelumnya yang melibatkan tarian Indonesia.

Lebih lanjut, sebuah Program Pendidikan Seni Berkelanjutan sedang dirintis khusus untuk sektor prasekolah. Program percontohan ini berfokus pada integrasi musik, permainan kreatif, dan warisan budaya Singapura ke dalam kurikulum pendidikan usia dini. Target strategis NAC adalah mencapai cakupan 100 persen di semua prasekolah yang didukung pemerintah pada tahun 2027, sebuah perluasan signifikan dari cakupan saat ini yang melayani lebih dari 500 prasekolah. Upaya ini bertujuan memupuk kebiasaan menghadiri acara seni sejak usia muda, dengan harapan anak-anak menghargai nilai seni dan warisan saat dewasa.

Implementasi program di tingkat prasekolah menyoroti dampak positif paparan seni dini terhadap perkembangan individu yang seimbang. Beberapa penyedia program seni, seperti Sri Warisan yang didirikan pada 1997, telah melaporkan peningkatan permintaan layanan untuk program prasekolah di bawah AEP, menggunakan boneka wayang kulit yang disesuaikan untuk mengajarkan nilai-nilai budaya. Pendekatan pendidikan progresif Singapura, yang menekankan pembelajaran melalui bermain dan eksplorasi, memperkuat fondasi budaya dan artistik generasi penerus, mengintegrasikan seni ke dalam narasi pendidikan nasional.

2 Tampilan

Sumber-sumber

  • Tamil Murasu

  • உயர்நிலைப் பள்ளிகளுக்கான புதிய பல்லின நடனத் திட்டம் அறிமுகம், சிங்க‌ப்பூர் செய்திகள் - தமிழ் முரசு Singapore News in Tamil, Tamil Murasu

  • New $20m grant for multicultural arts; 5-year NIE study on how the arts affect students' brains | The Straits Times

  • Singapore to introduce new S$20 million grant to support development of multicultural art forms - CNA

  • Committee of Supply 2026 | Ministry of Culture, Community & Youth

  • Baey Yam Keng - Wikipedia

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.