Arab Saudi dan Tiongkok Perkuat Kemitraan dengan Nota Kesepahaman Timbal Balik

Diedit oleh: gaya ❤️ one

Kerajaan Arab Saudi dan Republik Rakyat Tiongkok memformalkan komitmen bilateral yang lebih mendalam melalui penandatanganan nota kesepahaman mengenai pengakuan timbal balik. Perjanjian strategis ini dicapai pada kunjungan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, ke Riyadh pada 14 Desember 2025, yang menandai peningkatan signifikan dalam koordinasi diplomatik dan ekonomi kedua negara.

Pertemuan tingkat tinggi tersebut, yang juga dihadiri oleh Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman, bertujuan memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor vital, termasuk perdagangan, investasi, dan energi. Diskusi antara Menteri Luar Negeri Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud, meninjau kemitraan strategis komprehensif yang telah terjalin, yang bertepatan dengan peringatan 35 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Tiongkok menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra yang paling dapat dipercaya dalam proses revitalisasi nasional Arab Saudi, dengan fokus memperluas kerja sama di sektor energi tradisional serta industri masa depan seperti energi baru dan transformasi hijau. Selain itu, kedua belah pihak menyelaraskan pandangan mengenai isu-isu regional, menegaskan dukungan bersama terhadap solusi dua negara untuk masalah Palestina berdasarkan batas-batas tahun 1967.

Secara geopolitik, Tiongkok menegaskan dukungannya terhadap upaya Arab Saudi dalam memajukan rekonsiliasi dengan Iran, inisiatif mediasi yang sebelumnya berhasil difasilitasi oleh Beijing pada tahun 2023. Arab Saudi juga mengonfirmasi kepatuhannya terhadap prinsip 'Satu Tiongkok', di mana Taiwan dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayah Tiongkok.

Kerangka kerja sama yang diperluas ini berakar pada dialog sebelumnya, khususnya Forum Kerja Sama Tiongkok-Arab Desember 2022 di Riyadh, dan selaras dengan agenda domestik Arab Saudi, Visi Saudi 2030. Tiongkok menyatakan dukungan terhadap Visi 2030 dan kesiapan berpartisipasi dalam World Expo 2030 di Kerajaan tersebut. Secara institusional, penandatanganan kesepakatan pembebasan visa timbal balik untuk pemegang paspor diplomatik dan dinas menjadi penanda peningkatan kepercayaan politik.

Kemitraan ini memiliki dimensi yang melampaui hubungan bilateral, mengingat Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Arab Saudi dengan nilai perdagangan bilateral mencapai sekitar 107 miliar dolar AS. Kedua negara berupaya meningkatkan hubungan ke tingkat yang lebih tinggi, yang akan diperingati pada peringatan sepuluh tahun kemitraan strategis komprehensif mereka pada tahun 2026, sambil memajukan negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas Tiongkok-Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

16 Tampilan

Sumber-sumber

  • أخبار 24

  • كونا

  • الاقتصادية

  • اليوم

  • وكالة الأنباء الفلسطينية - وفا

  • سكاي نيوز عربية

  • People's Daily Online

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.