Agroteknologi 2025: Otomatisasi dan Tanggung Jawab Lingkungan Mulai Diimplementasikan Skala Besar

Diedit oleh: Tatyana Hurynovich

Tahun 2025 menandai titik balik signifikan dalam sektor pertanian global. Inovasi yang berfokus pada peningkatan keberlanjutan, otomatisasi, dan presisi produksi pangan kini telah memasuki fase implementasi skala besar. Laporan-laporan yang ada mencakup kinerja delapan belas perusahaan agroteknologi terkemuka, menunjukkan pergeseran nyata dari proyek percontohan menuju operasional komersial. Solusi-solusi ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya sekaligus mengatasi krisis kekurangan tenaga kerja. Perkembangan ini terlihat secara global, dengan tonggak penting dicapai di berbagai wilayah seperti Selandia Baru, Amerika Serikat, Australia, Kenya, dan Australia Selatan.

Pengakuan finansial terhadap kemajuan industri ini terlihat jelas melalui status 'unicorn' yang diraih oleh startup Selandia Baru, Halter. Pada Juni 2025, perusahaan ini berhasil mencapai valuasi 1 miliar dolar AS setelah mengamankan pendanaan Seri D sebesar 100 juta dolar. Pendanaan ini dipimpin oleh Bond dan NewView Capital. Di bawah arahan CEO Craig Pigott, Halter mengelola hampir 650.000 ekor sapi menggunakan kalung pintar yang mengaplikasikan teknologi pagar virtual. Teknologi ini, yang memanfaatkan sinyal suara dan getaran, memungkinkan peternak mengelola kawanan mereka dari jarak jauh. Hal ini sangat krusial dalam mitigasi dampak kekurangan tenaga kerja yang parah di AS, diperkirakan menghemat waktu kerja harian hingga 2 hingga 3 jam.

Dalam ranah pengendalian gulma secara presisi, Carbon Robotics memperkenalkan generasi kedua produknya, LaserWeeder G2, bersamaan dengan Autonomous Tractor Kit (ATK). Lini produk baru ini, yang didukung oleh Carbon AI, menggunakan laser yang dikendalikan oleh visi komputer untuk membasmi gulma dengan akurasi sub-milimeter. Hasilnya, biaya pengendalian gulma dapat ditekan hingga 80% dan peningkatan hasil panen dapat dicapai. Desain modular G2, yang 25% lebih ringan dari pendahulunya dan dimulai dari 1.928 kg (untuk model G2 200), memungkinkan penggunaannya dengan traktor berkekuatan lebih rendah, sehingga mengurangi pemadatan tanah. Hingga akhir periode pelaporan, Carbon Robotics mencatat telah berhasil membasmi lebih dari 30 miliar gulma.

Agenda keberlanjutan lingkungan mendapatkan dorongan kuat berkat CH4 Global. Pada Januari 2025, perusahaan ini meresmikan tahap komersial pertama kompleks produksinya, EcoPark, di Outer Harbor, Australia Selatan. Fasilitas ini mengadopsi sistem budidaya kolam inovatif untuk memproduksi suplemen pakan Asparagopsis berbasis rumput laut. Suplemen ini terbukti secara ilmiah mampu mengurangi emisi metana pada ternak hingga 90%. Fase awal melibatkan 10 kolam dengan kapasitas total 2 juta liter, yang memungkinkan produksi lebih dari 80 metrik ton rumput laut per tahun. Ada rencana ekspansi menjadi 100 kolam untuk melayani 45.000 ekor sapi per hari pada tahun berikutnya. CEO Steve Miller menekankan bahwa perusahaan telah berhasil menekan biaya produksi hingga sepersepuluh dari metode konvensional, menjadikan suplemen ini layak secara komersial.

Di sektor pertanian presisi dan penyerapan karbon, Indigo Agriculture telah menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga April 2025, perusahaan ini telah menerbitkan hampir satu juta kredit karbon tanah dan menjalin kemitraan strategis dengan Microsoft, menandakan monetisasi upaya pertanian regeneratif. Indigo melaporkan bahwa program karbon mereka telah menghasilkan dampak karbon hampir satu megaton dan mencegah lebih dari 64 miliar galon limpasan permukaan. Secara paralel, penerapan sistem otonom terus meluas: Solinftec memperluas penggunaan komersial robot Solix mereka, yang mampu mengurangi penggunaan herbisida hingga 95%. AgroSpheres meluncurkan biofungisida pertamanya pada tahun 2025 setelah mendapatkan persetujuan EPA pada akhir 2024.

Pencapaian-pencapaian ini, termasuk pengakuan terhadap Pairwise atas selada hasil rekayasa genetik mereka, Conscious Greens, menegaskan pergeseran agroteknologi menuju hasil yang terukur, baik dari segi produktivitas maupun jejak ekologis. Hal ini diperkuat oleh investasi besar, seperti putaran pendanaan Seri B SwarmFarm Robotics yang mencapai 30 juta dolar AS. Semua indikasi menunjukkan bahwa era pertanian yang cerdas dan bertanggung jawab kini benar-benar telah tiba dan siap diterapkan secara massal.

8 Tampilan

Sumber-sumber

  • TechBullion

  • Farm Equipment

  • TechBullion

  • TechNews180

  • Carbon Herald

  • CH4 Global

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.