Perwakilan dari lebih dari 180 negara berkumpul di Jenewa untuk melanjutkan negosiasi perjanjian plastik global yang mengikat secara hukum. Pertemuan ini bertujuan untuk mengatasi krisis polusi plastik yang semakin meningkat dan dampaknya terhadap kesehatan manusia serta lingkungan.
Negosiasi ini berfokus pada pembentukan perjanjian yang mencakup seluruh siklus hidup plastik, termasuk produksi, desain, dan pembuangan. Pendekatan komprehensif ini mencerminkan pemahaman bahwa solusi untuk polusi plastik membutuhkan tindakan terkoordinasi di berbagai bidang.
Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) menyoroti risiko lingkungan dan kesehatan yang parah yang terkait dengan polusi plastik, dan KTT Jenewa mencerminkan meningkatnya kesadaran akan masalah ini. Pencarian kesepakatan global adalah bukti keterkaitan dunia kita dan kebutuhan untuk mengatasi tantangan global dengan perspektif yang terpadu.
Batas waktu untuk kesimpulan KTT adalah 14 Agustus 2025, momen penting untuk pengambilan keputusan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya upaya untuk meningkatkan praktik daur ulang dan mengurangi produksi plastik. Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa mikroplastik, fragmen plastik kecil, telah ditemukan dalam darah manusia dan paru-paru, yang menunjukkan tingkat paparan yang serius dan kebutuhan akan tindakan mendesak untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan.