Robot Humanoid Unitree G1 Berhasil Kuasai Keterampilan Tenis Melalui Kerangka Kerja LATENT

Diedit oleh: Tatyana Hurynovich

Pada tahun 2026, dunia robotika menyaksikan lompatan besar dalam kemampuan sistem humanoid untuk menangani tugas-tugas dinamis yang sangat kompleks. Tim peneliti yang melibatkan pakar dari Universitas Tsinghua, Universitas Peking, serta perusahaan Galbot, baru-baru ini meluncurkan proyek LATENT. Inovasi ini memungkinkan robot Unitree G1 untuk menguasai berbagai teknik tenis yang rumit hanya dengan memanfaatkan lima jam data gerakan amatir yang bersifat tidak lengkap, sebuah pencapaian yang sebelumnya dianggap sulit dilakukan tanpa data masif.

Hasil pengujian menunjukkan efektivitas yang luar biasa, di mana robot ini berhasil mencapai tingkat keberhasilan pengembalian bola sebesar 90,9 persen dalam teknik forehand. Uji coba dilakukan terhadap lawan manusia yang memberikan pukulan dengan kecepatan melebihi 54 km/jam. Keandalan robot ini didukung oleh sistem "Correctable Latent Action Space" yang berfungsi menjaga stabilitas gerakan saat melakukan ayunan dan dampak pukulan. Hal ini menandakan kemajuan besar karena teknologi ini dapat mengurangi ketergantungan pada pengumpulan data tangkapan gerak berkualitas tinggi yang biasanya memakan waktu dan biaya besar.

Para pengembang juga berhasil menekan kebutuhan ruang untuk teknologi tangkapan gerak hingga lebih dari 17 kali lipat dibandingkan ukuran lapangan tenis standar. Penelitian difokuskan pada penguasaan gerakan fundamental seperti forehand dan backhand, serta kelincahan gerak kaki menyamping dan menyilang. Dalam lingkungan simulasi, robot mencatatkan akurasi 96 persen untuk pukulan forehand, sementara pada pengujian fisik secara langsung, Unitree G1 mampu menahan dan memukul balik bola yang melaju dengan kecepatan puncak di atas 15 meter per detik.

Meskipun performanya impresif, laporan teknis menyebutkan bahwa Unitree G1 saat ini masih beroperasi secara reaktif dalam mengembalikan bola. Artinya, robot belum memiliki kemampuan strategis untuk menempatkan bola di area yang sulit dijangkau oleh pemain lawan. Selain itu, aspek navigasi bola masih sangat bergantung pada sistem tangkapan gerak optik eksternal, bukan melalui sensor visi internal miliknya sendiri. Ke depan, para ilmuwan berencana menerapkan kerangka kerja LATENT pada tugas fisik lainnya seperti sepak bola dan parkur, guna memperkuat kemampuan pengambilan keputusan secara mandiri.

Dalam lanskap industri tahun 2026, Unitree yang berbasis di Hangzhou memproyeksikan pengiriman hingga 20.000 unit robot humanoid, melonjak signifikan dari total 5.500 unit pada tahun 2025. Pendekatan berbasis data terbatas ini memberikan solusi yang dapat diskalakan untuk melatih robot dalam berbagai keterampilan fisik yang rumit. Unitree G1 sendiri diproduksi dengan fleksibilitas antara 23 hingga 43 derajat kebebasan (DoF), dan ditawarkan pada kisaran harga 13.500 hingga 43.000 dolar AS tergantung pada spesifikasi teknis dan konfigurasinya.

Keberhasilan proyek LATENT merupakan bagian dari tren robotika tahun 2026, di mana Unitree juga memperlihatkan kemampuan robot humanoid lainnya dalam seni tari dan gerakan bela diri. Fenomena ini mempertegas komitmen global untuk membawa robotika keluar dari batas laboratorium menuju penggunaan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Galbot telah mulai mengimplementasikan inovasi serupa di sektor ritel, dengan mengelola lebih dari 40 toko otonom di Tiongkok, membuktikan bahwa masa depan robotika sudah mulai terwujud secara komersial.

4 Tampilan

Sumber-sumber

  • La Opinión Digital

  • Serving an Ace: LATENT Framework Teaches Unitree G1 Athletic Tennis Skills

  • Learning Athletic Humanoid Tennis Skills from Imperfect Human Motion Data - arXiv

  • Unitree G1 vs Tesla Optimus: This Robot Learned Tennis by "Watching" Amateurs

  • China sorprende con un nuevo y avanzado robot humanoide que juega al tenis: devuelve golpes con un 96 % de precisión - El Español

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.