Sonic Fire Tech Demonstrasikan Teknologi Pemadaman Kebakaran Tanpa Air Menggunakan Gelombang Infrasonik

Diedit oleh: Tatyana Hurynovich

Sonic Fire Tech Demonstrasikan Teknologi Pemadaman Kebakaran Tanpa Air Menggunakan Gelombang Infrasonik-1

Foto ini bersifat ilustratif.

Sonic Fire Tech, sebuah perusahaan teknologi yang didirikan oleh sekelompok mantan insinyur NASA, telah memperkenalkan sistem pemadaman kebakaran revolusioner yang mengandalkan gelombang suara infrasonik. Teknologi ini dirancang untuk memutus rantai reaksi kimia pada proses pembakaran tanpa memerlukan penggunaan air atau bahan kimia pemadam api tradisional. Direktur Komersial perusahaan, Remington Hotchkis, menyatakan bahwa metode ini sangat efisien dalam melokalisasi dan menjinakkan api pada tahap awal, yang merupakan faktor krusial dalam menghadapi peningkatan risiko kebakaran saat ini.

Sistem ini bekerja dengan memancarkan gelombang infrasonik pada frekuensi di bawah 20 Hz, sebuah spektrum suara yang tidak dapat ditangkap oleh pendengaran manusia. Menurut klaim resmi dari pihak Sonic Fire Tech, teknologi ini sepenuhnya aman bagi manusia maupun hewan peliharaan karena beroperasi dalam kondisi akustik yang senyap. Hal ini memungkinkan sistem untuk ditempatkan di area padat huni tanpa menimbulkan polusi suara atau gangguan bagi penghuninya.

Penerapan praktis dari teknologi ini telah diuji coba menyusul insiden kebakaran yang terjadi pada Januari 2025. Sebagai respons, sistem yang dinamakan Sonic Home Defense mulai diintegrasikan ke dalam struktur bangunan rumah baru di wilayah Altadena, California. Tujuan utama dari integrasi ini adalah untuk memberikan perlindungan dini terhadap ancaman kebakaran yang sering mengintai kawasan pemukiman di daerah tersebut.

Fokus utama sistem Sonic Home Defense adalah untuk menanggulangi ancaman bara api yang beterbangan. Berdasarkan penelitian perusahaan, bara api bertanggung jawab atas lebih dari 90% kegagalan perlindungan rumah selama peristiwa kebakaran hutan besar. Pengembangan teknologi ini telah diselaraskan dengan standar dari IBHS serta pedoman Zone Zero Perimeter Defense di California, guna memastikan perlindungan maksimal baik di dalam maupun di luar area bangunan tanpa risiko kerusakan properti akibat penggunaan air yang masif.

Pada tanggal 31 Maret 2026, validasi resmi mengenai kemampuan teknologi ini dilakukan oleh Departemen Pemadam Kebakaran Wilayah San Bernardino (SBCoFD). Dalam sebuah demonstrasi yang dilakukan di bawah kondisi lapangan yang menantang, sistem ini berhasil memadamkan berbagai jenis sumber api, termasuk pohon yang menyala serta kebakaran akibat lemak atau minyak. Kehadiran otoritas pemadam kebakaran terkemuka dalam pengujian ini menegaskan potensi besar dari solusi infrasonik untuk aplikasi khusus di masa mendatang.

Ryan Beckers, seorang petugas pemadam kebakaran yang turut serta dalam sesi pengujian, mengungkapkan optimisme mengenai potensi sistem ini dalam menekan biaya operasional penanganan bencana. Hal ini sangat relevan terutama bagi wilayah-wilayah yang secara rutin terdampak oleh kebakaran hutan. Remington Hotchkis menambahkan penjelasan teknis bahwa sistem ini bekerja dengan menggetarkan molekul oksigen pada frekuensi tertentu, sehingga api tidak memiliki kesempatan untuk menggunakan oksigen tersebut dalam menjaga proses pembakaran.

Keunggulan unik dari teknologi ini adalah kemampuannya yang tetap efektif pada jenis kebakaran yang sulit ditangani oleh sprinkler konvensional, seperti kebakaran lemak di dapur yang justru berbahaya jika terkena air. Saat ini, SBCoFD sedang mempertimbangkan pembentukan zona pertahanan strategis menggunakan teknologi ini di wilayah-wilayah dengan tingkat risiko kebakaran hutan yang tinggi. Upaya ini diharapkan dapat menjadi standar baru dalam mitigasi bencana kebakaran di masa depan.

Saat ini, Sonic Fire Tech telah memasuki tahap komersialisasi dengan mengamankan kontrak untuk 50 unit instalasi percontohan di berbagai perumahan yang ditargetkan selesai pada tahun 2026. Selain itu, mereka juga sedang melakukan uji coba bersama perusahaan utilitas di California untuk memperluas cakupan perlindungan infrastruktur publik. Teknologi yang dipatenkan ini terinspirasi dari solusi kedirgantaraan, di mana salah satu pendiri, Jeffrey Bruder, pernah mendedikasikan keahliannya di NASA Glenn Research Center.

Sistem ini dirancang dengan tingkat responsivitas tinggi, di mana teknologi sensor otonomnya mampu mendeteksi ancaman dan mengaktifkan gelombang pemadam hanya dalam hitungan milidetik. Untuk melengkapi fleksibilitas operasional, Sonic Fire Tech juga meluncurkan generator akustik portabel dalam bentuk unit ransel. Perangkat portabel ini memiliki daya tahan baterai hingga tiga jam, memberikan kebebasan bagi petugas atau pengguna untuk melakukan pemadaman secara mandiri tanpa terikat pada instalasi kabel yang statis.

5 Tampilan

Sumber-sumber

  • Só Notícia Boa

  • CBS News

  • San Bernardino Today

  • Vertex AI Search

  • AIP Publishing

  • Sonic Fire Tech | NASA-Inspired Fire Defense

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.