xAI Milik Elon Musk Jalin Kontrak Strategis dengan Departemen Pertahanan AS untuk Integrasi AI Grok ke Sistem Rahasia

Diedit oleh: Tatyana Hurynovich

xAI, perusahaan rintisan kecerdasan buatan yang didirikan oleh Elon Musk, secara resmi mengonfirmasi penandatanganan kesepakatan strategis dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) pada tanggal 23 Februari 2026. Kerja sama ini berfokus pada implementasi model kecerdasan buatan Grok ke dalam jaringan dan sistem militer tertutup milik pemerintah. Langkah ini menandai ekspansi signifikan xAI dalam sektor keamanan nasional sekaligus mendiversifikasi portofolio solusi AI milik Pentagon di tengah dinamika hubungan dengan penyedia layanan teknologi lainnya.

Integrasi Grok direncanakan untuk beroperasi pada sistem dengan otorisasi Impact Level 5 (IL5), sebuah standar keamanan yang memungkinkan pemrosesan Informasi Tidak Terklasifikasi yang Terkendali (Controlled Unclassified Information atau CUI). Berdasarkan ketentuan kontrak tersebut, Grok akan membantu komando militer dalam melakukan analisis operasional terhadap intelijen geospasial dan sinyal, yang dianggap sangat krusial untuk mengoptimalkan proses pengambilan keputusan dalam situasi konflik potensial. Penyebaran di sistem IL5 dijadwalkan akan dimulai pada awal tahun 2026 dengan target pengoperasian penuh segera setelahnya. Para pengguna di lingkungan militer akan mendapatkan akses ke data global waktu nyata yang bersumber dari platform X, yang menurut pihak kementerian, akan memberikan keunggulan informasi yang signifikan bagi personel Departemen Pertahanan.

Berbeda dengan beberapa kompetitor di industri yang menerapkan batasan penggunaan tertentu, xAI telah menyetujui persyaratan Pentagon untuk menggunakan teknologinya bagi "semua tujuan yang sah". Keputusan Departemen Pertahanan ini selaras dengan strategi yang lebih luas untuk mempercepat adopsi kecerdasan buatan, sebagaimana tertuang dalam dokumen "Strategi Akselerasi AI" yang dirilis oleh kementerian pada Januari 2026. Kebijakan tersebut memberikan mandat bahwa semua model AI yang dikontrak oleh pemerintah harus tersedia untuk digunakan dalam segala tujuan yang sesuai dengan hukum dan kepentingan nasional.

Sebelum kesepakatan ini muncul, Claude dari Anthropic merupakan satu-satunya model AI canggih yang telah diterapkan di jaringan terklasifikasi Pentagon melalui platform AI Palantir. Namun, belakangan muncul perselisihan karena Anthropic menolak memberikan izin penggunaan Claude untuk aktivitas pengawasan massal terhadap warga Amerika maupun pengembangan sistem senjata otonom penuh, yang akhirnya memicu ketegangan hubungan. Menteri Pertahanan Pete Hegseth dilaporkan telah bertemu dengan CEO Anthropic, Dario Amodei, pada 24 Februari 2026 untuk membahas perbedaan pandangan ini, di mana Pentagon bahkan mempertimbangkan kemungkinan untuk menetapkan Anthropic sebagai "risiko rantai pasokan".

Selain keterlibatan xAI, melalui inisiatif sebelumnya yang diluncurkan pada Juli 2025, Departemen Pertahanan juga telah menjalin kontrak dengan Anthropic, Google (Gemini), dan OpenAI (ChatGPT) dengan pagu anggaran mencapai 200 juta dolar untuk pengembangan alur kerja AI yang bersifat "agentic". Saat ini, Grok sendiri sebenarnya sudah berfungsi di sistem tidak terklasifikasi milik Pentagon berdampingan dengan Gemini dan ChatGPT. Masuknya Grok ke tingkat keamanan IL5 menandakan pergeseran strategis menuju diversifikasi infrastruktur AI yang kritis guna mengurangi ketergantungan pada satu vendor tunggal. Langkah ini mempertegas ambisi kementerian pertahanan untuk menciptakan kekuatan militer masa depan yang sepenuhnya berorientasi pada teknologi AI.

Sementara Google dikabarkan hampir mencapai kesepakatan final untuk penggunaan Gemini dalam tujuan terklasifikasi, kemajuan yang dicapai oleh OpenAI digambarkan berjalan lebih lambat dibandingkan para pesaingnya. Oleh karena itu, masuknya Grok ke dalam lingkungan IL5, yang sebelumnya didominasi oleh Claude, menunjukkan kesiapan Pentagon untuk secara agresif mengadopsi kemampuan AI komersial tingkat lanjut. Strategi ini diambil demi menjamin keunggulan militer Amerika Serikat di panggung global melalui pemanfaatan inovasi teknologi paling mutakhir.

13 Tampilan

Sumber-sumber

  • HSB Noticias

  • Axios

  • Teslarati

  • Tesery

  • GIGAZINE

  • Anadolu Agency

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.