Congress demands Dept of War release 46 secret UFO videos: ‘You’re gonna see some weird f–king s–t’ | Shane Galvin, New York Post Members of Congress are demanding 46 military videos from the Department of War which insiders say offer convincing proof that advanced, non-human
Kongres AS Tuntut Departemen Perang Serahkan 46 Video UFO Sebelum 14 April
Diedit oleh: Uliana Soloveva
Anggota Kongres Amerika Serikat, melalui Gugus Tugas DPR untuk Deklasifikasi Rahasia Federal di bawah Komite Pengawasan dan Reformasi Pemerintah, secara resmi telah meminta Departemen Perang (DoW) untuk menyerahkan 46 rekaman video militer spesifik terkait Fenomena Anomali yang Tidak Teridentifikasi (UAP).
Ketua Gugus Tugas, Anggota DPR Anna Paulina Luna (Republikan dari Florida), melayangkan tuntutan tersebut pada 31 Maret 2026. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa keberadaan UAP di wilayah udara sensitif militer AS merupakan ancaman langsung terhadap kesiapan tempur serta keselamatan pasukan Amerika. Permintaan ini merupakan tindak lanjut dari investigasi yang masih berlangsung setelah sidang pada 9 September 2025 yang bertajuk "Memulihkan Kepercayaan Publik Melalui Transparansi UAP dan Perlindungan Whistleblower".
Pada sidang 9 September 2025 tersebut, para saksi dari pihak internal, termasuk jurnalis dan veteran Angkatan Udara, menyatakan bahwa Kantor Resolusi Anomali Segala Domain (AARO) menyimpan rekaman video terkait UAP yang belum dirilis. Sebelumnya, Luna sempat mengkritik Pentagon dan komunitas intelijen atas "kurangnya transparansi" dalam memberikan akses ke rekaman video dan berkas insiden UAP, sembari menegaskan bahwa masyarakat Amerika tidak perlu disembunyikan dari "kenyataan" yang ada.
Paket yang diminta mencakup 45 cuplikan militer yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Menurut laporan berbagai sumber, beberapa video tersebut berisi rekaman satelit, data sensor termal, serta kamera bawah air yang menunjukkan Objek Bawah Air yang Tidak Teridentifikasi (USO) sedang bermanuver di dekat kapal selam rahasia milik AS. Beberapa judul berkas yang disebutkan antara lain "UFO dalam Formasi di Atas Teluk Persia", "UAP di Dekat Bandara Columbus", serta cuplikan "Akselerasi Instan UAP Suriah 2021" yang memperlihatkan objek dengan kemampuan akselerasi seketika yang tidak mampu dijelaskan oleh sains modern saat ini.
Gugus tugas yang dipimpin oleh Luna ini dibentuk sebagai bagian dari mandat yang lebih luas, mencakup investigasi atas pembunuhan John F. Kennedy, Robert F. Kennedy, dan Dr. Martin Luther King Jr., serta asal-usul COVID-19. Terkait isu UAP, kerja kelompok ini difokuskan untuk melawan disinformasi pemerintah yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Kongres telah menetapkan tenggat waktu hingga 14 April bagi Departemen Perang untuk menyerahkan seluruh materi video tersebut sebagai bagian dari upaya penegakan akuntabilitas.
Latar belakang politik dari tuntutan ini mencakup pernyataan terbaru mantan Presiden Barack Obama pada 14 Februari 2026, yang menyatakan bahwa "mereka [alien] itu nyata", meskipun ia mengaku belum pernah melihatnya dan tidak percaya mereka disembunyikan di Area 51. Di sisi lain, Luna sebelumnya pernah mengemukakan pendapat bahwa "makhluk asing" tersebut mungkin saja merupakan "makhluk antar dimensi". Langkah-langkah Kongres ini mencerminkan tekanan bipartisan yang terus berlanjut untuk mendesak badan-badan federal mengungkapkan informasi mengenai fenomena yang melampaui kemampuan teknologi manusia yang dikenal.
Sumber-sumber
New York Post
UFONews.co
DefenseScoop
United States House Committee on Oversight and Government Reform
Baca lebih banyak artikel tentang topik ini:
🚨🇺🇸 Rep. Luna just sent a formal letter to Secretary Hegseth requesting a massive list of UAP video files, including footage from military bases, carrier groups, and even fifth-generation aircraft encounters. The UFO disclosure push is no longer whispers in hallways. It's
🇺🇸Rep. Luna dropped that Hillary personally asked about the UAP disclosure language tucked into the National Defense Authorization Act: “To be clear, Secretary Clinton actually asked us about what happened with the disclosure language in the NDA.” pic.x.com/f32KmXRGpZ
If you have information on Iranian malicious cyber actors, such as Parsian Afzar Rayan Borna, Handala, or associated groups or individuals, contact us with any information, such as names, online personas, and locations.

