CIA Gunakan Teknologi Kuantum 'Ghost Murmur' untuk Selamatkan Pilot AU AS yang Jatuh di Iran
Diedit oleh: Tatyana Hurynovich
Sebuah peristiwa intelijen penting telah mengonfirmasi keberhasilan operasional alat rahasia CIA berkode 'Ghost Murmur' dalam melacak pilot Amerika yang jatuh dan bersembunyi di wilayah Iran pada minggu pertama April 2026. Presiden Trump secara terbuka mengonfirmasi peran krusial teknologi ini dalam operasi penyelamatan yang tuntas sebelum 8 April 2026, yang sekaligus memamerkan keunggulan teknologi intelijen Amerika Serikat.
Perwira sistem persenjataan jet tempur F-15E tersebut ditemukan setelah berhasil menghindari kejaran pasukan Iran selama sekitar 36 jam di sebuah celah pegunungan. Insiden ini menandai penggunaan operasional pertama dari teknologi baru tersebut. Sistem 'Ghost Murmur' dikabarkan dikembangkan oleh divisi Skunk Works dari Lockheed Martin, yang selama ini dikenal menangani proyek-proyek sangat rahasia. Perangkat ini diduga menggunakan magnetometri kuantum jarak jauh untuk mendeteksi jejak elektromagnetik dari detak jantung manusia.
Sinyal tersebut kemudian diproses oleh perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menyaring gangguan latar belakang, yang memungkinkan deteksi pada jarak ekstrem hingga 40 mil (sekitar 64 kilometer). Seorang sumber yang mengetahui misi tersebut menyamakan kemampuan ini dengan kemampuan mendengar suara seseorang di tengah padang gurun yang sangat luas. Komunitas ilmiah menyatakan keterkejutannya karena jarak deteksi yang diklaim tersebut jauh melampaui kemampuan publik dari magnetometer berbasis pusat nitrogen-vacancy (NV) saat ini.
Teknologi ini mengandalkan cacat mikroskopis pada berlian sintetis untuk menangkap sinyal detak jantung pada jarak yang mustahil dicapai oleh sensor konvensional. Keberhasilan operasi ini mengonfirmasi nilai praktis dari sistem pengawasan canggih, yang kemungkinan besar berbasis prinsip kuantum, untuk misi pemulihan personel (Personnel Recovery). Peristiwa ini tampaknya menjadi pembuktian operasional pertama dari magnetometri kuantum jarak jauh dalam aplikasi intelijen.
Jet tempur F-15E yang tertembak jatuh tersebut dinyatakan hilang pada 3 April 2026, dan operasi penyelamatan yang dikoordinasikan oleh Komando Pusat AS berlangsung selama 36 jam yang menegangkan di wilayah barat daya Iran. Sang pilot menghabiskan sekitar dua hari di persembunyian demi menghindari patroli pasukan Iran, termasuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Penggunaan 'Ghost Murmur' yang efektif di tengah rendahnya gangguan elektromagnetik dan kontras suhu yang ekstrem di medan gurun memberikan konfirmasi lokasi yang sangat krusial, melengkapi sinyal dari suar darurat pilot.
Pengembangan sensor kuantum yang mampu dioperasikan pada platform bergerak menjadi prioritas utama Departemen Pertahanan AS karena menjanjikan peningkatan akurasi dalam misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR). Dalam kondisi ideal, seperti di gurun yang terisolasi, deteksi detak jantung pada jarak puluhan kilometer sebelumnya dianggap tidak mungkin sebelum sistem ini muncul. Sementara itu, para analis militer meyakini bahwa sistem ini dapat sangat membantu dalam upaya pencarian personel yang hilang atau sandera di wilayah-wilayah terpencil.
23 Tampilan
Sumber-sumber
New York Post
Daily Mail Online
New York Post
The Sunday Guardian
Free Press Journal
The Washington Post
The Washington Post
Coinspeaker
The Irish Times
Financial Times
The Times of India
CBS News
Baca lebih banyak artikel tentang topik ini:
🚨🇺🇸 Rep. Luna just sent a formal letter to Secretary Hegseth requesting a massive list of UAP video files, including footage from military bases, carrier groups, and even fifth-generation aircraft encounters. The UFO disclosure push is no longer whispers in hallways. It's
🇺🇸Rep. Luna dropped that Hillary personally asked about the UAP disclosure language tucked into the National Defense Authorization Act: “To be clear, Secretary Clinton actually asked us about what happened with the disclosure language in the NDA.” pic.x.com/f32KmXRGpZ
If you have information on Iranian malicious cyber actors, such as Parsian Afzar Rayan Borna, Handala, or associated groups or individuals, contact us with any information, such as names, online personas, and locations.
🚨 When asked about the White House registering aliens.gov White House Spokesperson Anna Kelly told DefenseScoop “Stay tuned! 👽”
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
