TUMO Uruguay dan pihak berwenang di Canelones mengumumkan kemitraan untuk mengembangkan pendidikan kreatif bagi remaja.
Peresmian TUMO di Uruguay Melalui Kolaborasi dengan Google: Bagaimana Kreativitas dan Keterampilan Teknologi Mengubah Wajah Pendidikan Remaja
Penulis: Irina Davgaleva
Organisasi pendidikan internasional TUMO telah meresmikan pusat pertamanya di Uruguay, menandai langkah strategis dalam ekspansi mereka di Amerika Selatan. Kampus baru yang berlokasi di distrik Carrasco, dekat dengan Bandara Internasional tersebut, bukan sekadar fasilitas pendidikan biasa, melainkan sebuah ruang bagi para remaja untuk mengasah imajinasi, keterampilan, dan rasa percaya diri melalui kreativitas serta teknologi modern. Peresmian tersebut dihadiri oleh Presiden Republik, Yamandú Orsi, yang menegaskan signifikansi kenegaraan serta nilai simbolis dari proyek ini.
Pusat TUMO Uruguay ini dibangun melalui kemitraan dengan Aeropuertos Uruguay dan Corporación América Airports yang mengucurkan investasi sebesar 10 juta dolar AS. Gedung seluas lebih dari 2.500 meter persegi ini dirancang sebagai lingkungan terbuka untuk belajar, bersosialisasi, dan berkolaborasi. Segala aspek di sini mengusung satu gagasan utama: remaja tidak hanya sekadar menyerap ilmu, melainkan bebas mengeksplorasi berbagai bentuk ekspresi diri, mulai dari desain digital hingga film, animasi, dan audio.
Kreativitas sebagai Bentuk Pendidikan
TUMO ditujukan bagi remaja berusia 12 hingga 18 tahun untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, dan keterampilan melalui pembelajaran praktis. Program ini bersifat gratis, sehingga dapat diakses oleh berbagai lapisan generasi muda. Namun, nilai TUMO melampaui itu; kekuatannya terletak pada pemberian kebebasan bagi para remaja untuk memilih jalur kreatif mereka sendiri ketimbang mengikuti kurikulum standar yang kaku.
Di pusat Uruguay ini, tersedia bidang robotika, animasi, sinematografi, musik, desain, serta kecerdasan buatan generatif. Keragaman disiplin ilmu tersebut mencerminkan tren kontemporer yang krusial: seni tidak lagi berdiri terpisah dari teknologi, melainkan semakin berkembang melalui perpaduannya. Bagi para remaja, ini adalah kesempatan untuk menguasai alat-alat baru sekaligus belajar berpikir layaknya kreator—membangun dunia visual, bertutur cerita, mengolah suara dan citra, serta bereksperimen dengan berbagai bentuk karya.
Filosofi TUMO
Nama TUMO berakar pada konteks budaya dan simbolis Armenia, tempat proyek ini bermula pada tahun 2011. Sejak awal, visinya lebih luas daripada sekadar pendidikan tambahan; TUMO dirancang sebagai ruang bagi kaum muda untuk menggali potensi mereka melalui teknologi kreatif tanpa terikat kerangka akademik yang kaku.
Oleh karena itu, TUMO sering digambarkan sebagai model masa depan. Di sini, remaja datang bukan demi nilai, melainkan demi pengalaman, pengerjaan proyek, dan kesempatan untuk menemukan bahasa ekspresi mereka sendiri. Yang diutamakan bukan hanya disiplin, tetapi juga kebebasan memilih; bukan sekadar pengetahuan, melainkan lintasan pengembangan diri yang personal. Filosofi ini sangat efektif dalam konteks artistik karena mampu menyatukan budaya visual, media digital, dan pemikiran teknologi dalam satu lingkungan pendidikan yang utuh.
Kemitraan dengan Google
Kolaborasi antara TUMO Uruguay dan Google patut mendapat sorotan khusus. Perusahaan tersebut telah mengumumkan kemitraan selama dua tahun yang berfokus pada pengembangan pembelajaran di bidang kecerdasan buatan. Bagi para remaja, ini berarti akses ke pengetahuan mutakhir di salah satu bidang teknologi yang paling cepat berubah, yang saat ini telah memengaruhi dunia seni, media, desain, hingga produksi digital.
Kemitraan ini menunjukkan logika dasar TUMO: tujuannya bukan untuk menggantikan pendidikan tradisional, melainkan melengkapinya dengan lingkungan di mana teknologi menjadi instrumen kreativitas. Dalam hal ini, proyek tersebut sangat krusial bagi sektor seni karena mendemonstrasikan bagaimana era digital mengubah hakikat pendidikan seni itu sendiri.
Ruang bagi Generasi Baru
Pusat baru di Carrasco ini dilengkapi dengan 250 komputer modern, studio rekaman dengan ruang kendali, ruang robotika, area latihan, serta ruang belajar mandiri. Semua fasilitas ini menciptakan lingkungan di mana remaja tidak hanya belajar, tetapi juga merasa menjadi bagian dari proses budaya yang hidup. Tangga utama dan arsitektur terbuka yang diusung menekankan ide interaksi: di sini, pengembangan individu sama pentingnya dengan pertukaran ide antar peserta.
Pada tahun pertama, pusat ini menargetkan untuk menerima sekitar 800 remaja, dan pada tahun 2026, cakupannya akan diperluas menjadi 1.500 siswa per minggu. Saat ini pun antusiasme terhadap program ini sangat besar, dengan lebih dari 5.000 pendaftaran yang telah masuk. Hal ini menunjukkan bahwa format TUMO sangat diminati karena menjawab tuntutan zaman akan pendidikan yang modern, fleksibel, dan inspiratif, di mana kreativitas dianggap sebagai keterampilan masa depan yang mumpuni.
Direktur Eksekutif TUMO Uruguay, Carolina Gutiérrez, mencatat: "TUMO tidak sekadar memberikan alat bagi kaum muda, tetapi juga kepercayaan diri pada potensi mereka. Setiap siswa di sini dapat mengekspresikan diri mereka—baik sebagai seniman, pemrogram, maupun penemu."
CEO Corporación América Airports, Martín Eurnekian, menambahkan: "TUMO tidak hadir untuk menggantikan pendidikan tradisional, melainkan untuk memperkuatnya—menjadikan sekolah sebagai ruang inspirasi tempat lahirnya masyarakat baru."
Lokasi Operasional TUMO
Saat ini, TUMO beroperasi di Armenia dan wilayah lainnya, dengan jaringan internasional yang mencakup pusat-pusat di Eropa, Asia, Amerika, serta Timur Tengah. Dalam daftar lokasi aktif TUMO, terdapat antara lain Paris, Marseille, Lyon, Berlin, Mannheim, Lisbon, Coimbra, Tirana, Buenos Aires, Gunma, dan berbagai kota lainnya. Di Armenia sendiri, jaringannya menjangkau Yerevan, Dilijan, Gyumri, Kapan, Koghb, dan Yeghegnadzor, termasuk jaringan TUMO Box di berbagai wilayah.
Oleh sebab itu, pembukaan pusat di Uruguay ini dapat dipandang bukan hanya sebagai ekspansi geografis semata, melainkan juga sebagai sebuah pernyataan budaya. TUMO membuktikan bahwa di dunia modern, seni, teknologi, dan pendidikan tidak lagi bisa dipisahkan oleh batasan yang kaku. Bagi para remaja, ini bukan sekadar tempat belajar, melainkan pintu gerbang menuju dunia di mana ide bertransformasi menjadi proyek, dan kreativitas menjelma menjadi wujud masa depan.
Sumber-sumber
Gobierno de Canelones — о стратегическом соглашении с TUMO Uruguay
Министерство образования и культуры Уругвая
ANEP / Ceibal



