Badai Geomagnetik Kuat Akibat CME Hantam Bumi pada 19 Maret 2026
Diedit oleh: Aleksandr Lytviak
Bumi mengalami gangguan geomagnetik signifikan menyusul kedatangan Pelepasan Massa Korona (CME) yang berasal dari aktivitas Matahari. Gangguan ini secara resmi terdeteksi dimulai pada malam 18 Maret 2026, dengan intensitas awal berada pada level G1 (ringan), namun dengan cepat meningkat mencapai kategori G2 (Sedang) menjelang Kamis, 19 Maret 2026.
Peristiwa badai ini berakar dari letusan suar matahari berkekuatan M2.7 yang terjadi pada 16 Maret 2026, yang kemudian melontarkan CME berupa gumpalan plasma dan medan magnet ke arah planet kita. Interaksi CME dengan magnetosfer Bumi memicu gangguan geomagnetik, yang berpotensi menghasilkan penampakan aurora yang meluas hingga ke wilayah Kanada, Minnesota, dan Wisconsin, jauh melampaui zona penampakan normal.
Institusi pemantau, termasuk NOAA Space Weather Prediction Center (SWPC) dan lembaga penelitian seperti Laboratory of Solar Astrophysics dari IKI RAN, aktif menganalisis situasi. SWPC menyimpulkan bahwa kondisi G2 kemungkinan akan bertahan hingga 21 Maret, yang dapat memperpanjang periode gangguan hingga 24 Maret. Peristiwa ini menjadi badai geomagnetik terkuat dalam dua bulan terakhir, diperkuat oleh kedekatannya dengan ekuinoks musim semi pada 20 Maret.
Fenomena ini diperkuat oleh efek Russell-McPherron, yang menjelaskan bahwa orientasi Bumi saat ekuinoks memungkinkan 'penggandengan' yang lebih maksimal antara angin matahari dan medan magnet Bumi. Selain CME, kontribusi juga datang dari Coronal Hole High-Speed Stream (CH HSS). Analisis spesialis memperkirakan probabilitas badai mencapai intensitas G4 (Parah) tetap rendah, berkisar antara 1 hingga 3 persen, dengan puncak aktivitas terjadi pada jam-jam malam 18 hingga 19 Maret.
Dampak yang diprediksi dari badai G2 mencakup fluktuasi pada jaringan listrik di lintang tinggi, potensi ketidakstabilan orientasi satelit, dan pelemahan propagasi radio frekuensi tinggi (HF) di wilayah kutub. Aurora diperkirakan dapat terlihat sejauh New York, Wisconsin, hingga negara bagian Washington. Pemantauan berkelanjutan sangat krusial, mengingat Maret 2026 bertepatan dengan peningkatan aktivitas Siklus Matahari ke-25.
7 Tampilan
Sumber-sumber
Metro
Вечерняя Москва
Почта@Mail.ru
Izvestia.ru
Mixnews
Economic Times
B105
Prokosmos.ru
Gorod55.ru
IXBT.com
teleport.rf
Zakon.kz
ОСН
Zakon.kz
Наука & Техника
Obozrevatel
ИКИ РАН и ИСЗФ СО РАН Лаборатория солнечной астрономии
Zakon.kz
muksun.fm
inbusiness.kz
ASN24.ru
URA.RU
Сайт Оренбурга 1743
Gorod55.ru
Zakon.kz
Красный Север
47news
ФОНТАНКА.ру
Gorod55.ru
Сайт Оренбурга 1743
Prokosmos.ru
Otkrito
Space
Forbes
CTV News
NASA Science
The Weather Network
NOAA / NWS Space Weather Prediction Center
SpaceWeather.gov
Jagran Josh
WPHM
astrophotography.astronomy.com
Space
PetaPixel
Jagran Josh
Fast Company
Forbes
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Researchers from @IAC_Astrofisica and @ULL have achieved the most precise measurement so far of the Sun’s tachocline, a very thin transition layer located deep inside the star that plays a central role in the generation of solar magnetism. This region lies roughly 200,000
M2.8 flare @ S15°E19° (NOAA 4392) 2026-03-16 12:00 / 12:15 \ 12:32 UT
We are not alone: Our sun escaped together with stellar 'twins' from galaxy center phys.org/news/2026-03-s…
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
