Fisikawan Analisis Ketergantungan Waktu pada Hipotesis Otak Boltzmann

Diedit oleh: Vera Mo

Fisikawan terkemuka dari Amerika Serikat dan Eropa menerbitkan analisis mendalam mengenai hipotesis Otak Boltzmann (BB), sebuah eksperimen pemikiran yang mempertanyakan apakah ingatan dan persepsi adalah representasi akurat dari masa lalu alam semesta atau hasil fluktuasi kuantum acak dalam entropi. Penelitian ini, yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Entropy pada awal tahun 2026, bertujuan mengurai struktur paradoks tersebut dengan menghubungkannya secara eksplisit dengan Hukum Kedua Termodinamika dan sifat fundamental waktu.

Studi ini melibatkan kontribusi signifikan dari Profesor David Wolpert dari Santa Fe Institute (SFI), fisikawan teoretis Carlo Rovelli, dan Jordan Scharnhorst. Fokus utama analisis mereka adalah Teorema-H Boltzmann, konsep sentral dalam mekanika statistik yang mendefinisikan panah waktu. Para penulis menunjukkan bahwa kesimpulan mengenai keberadaan 'Otak Boltzmann', arah waktu, dan keandalan memori bergantung secara krusial pada titik waktu spesifik yang dipilih peneliti sebagai titik awal analisis mereka.

Secara metodologis, penelitian ini mempertanyakan pendekatan standar dalam menentukan keadaan awal alam semesta ketika menganalisis pertumbuhan entropi. Para peneliti menyimpulkan bahwa Teorema-H, ketika diformalkan sebagai proses Markov yang invarian terhadap translasi waktu dan simetris terhadap waktu, mengimplikasikan bahwa semua kerangka kerja standar mengarah pada kesimpulan arbitrer mengenai satu momen waktu tunggal yang menjadi dasar kondisi proses tersebut. Penemuan ini mengalihkan fokus masalah Otak Boltzmann dari ranah kosmologi murni ke ranah metodologi pemodelan fisika itu sendiri.

Analisis ini menyoroti ambiguitas yang melekat ketika menerapkan konsep yang bergantung pada asimetri waktu, seperti memori, pada kerangka kerja fisik yang pada dasarnya simetris terhadap waktu. Profesor Carlo Rovelli, anggota Fractal Faculty di SFI, yang karyanya mencakup gravitasi kuantum, dijadwalkan merilis buku terbarunya, On the Equality of All Things, pada Maret 2026. Penelitian ini memberikan kejelasan struktural yang krusial untuk diskusi masa depan mengenai sifat waktu dan entropi, meskipun tidak memberikan resolusi definitif terhadap paradoks tersebut.

Diskusi interdisipliner semacam ini diperkirakan akan berlanjut pada konferensi Entropy 2026: Exploring Complexity and Information in Science yang akan diadakan di Barcelona, Spanyol, pada 1 hingga 3 Juli 2026. Kritik metodologis yang diajukan para peneliti sejalan dengan pandangan Rovelli yang lebih luas mengenai realitas sebagai jaringan informasi relatif, di mana asumsi tentang kapan proses tersebut dikondisikan harus diperkenalkan sebagai asumsi independen, memisahkan hukum fisika dari interpretasi yang diterapkan padanya.

10 Tampilan

Sumber-sumber

  • Рамблер

  • Santa Fe Institute

  • Penguin Books

  • Daily Friend

  • AB-NEWS.ru

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.