Banjir Rekor Melanda Vietnam Tengah, Tunjukkan Anomali Iklim yang Belum Pernah Terjadi

Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17

Lihat pemandangan udara yang menunjukkan banjir yang menghancurkan di Tuy Hoa, provinsi Phu Yen, Vietnam.

Wilayah pesisir tengah Vietnam dilanda periode banjir intensif antara 16 hingga 22 November 2025, dipicu oleh curah hujan ekstrem yang memecahkan rekor historis. Peristiwa hidrometeorologi ini mengakibatkan kerugian signifikan, dengan laporan awal mencatat 102 korban jiwa, termasuk tewas dan hilang, serta estimasi kerugian material mencapai 9.035 triliun Dong Vietnam (VND).

Tragedi di Vietnam hari ini — 325,000+ orang mengungsi saat banjir besar yang memecahkan rekor merendam seluruh kota!

Data meteorologi mengonfirmasi intensitas curah hujan yang melampaui batas historis di beberapa pos pengamatan. Stasiun Son Hoa di Dak Lak menerima total 601,2mm, sementara Quy Nhon di Gia Lai mencatat 380,6mm dalam periode singkat tersebut. Menurut klasifikasi Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), akumulasi curah hujan di lokasi seperti Son Thanh Tay yang mencapai 1.000mm hingga 1.200mm dalam beberapa hari merupakan kejadian yang sangat langka. Keunikan bencana ini terletak pada waktu kejadiannya yang menyimpang dari pola banjir tipikal kawasan tersebut selama tiga dekade terakhir, yang biasanya mencapai puncaknya sebelum pertengahan November.

41 people have died and nine others remain missing in the devastating floods battering the Central and Central Highlands of Việt Nam for the past week

Selain curah hujan ekstrem, pemecahan rekor ketinggian permukaan air secara simultan di tiga hingga lima cekungan sungai utama, termasuk Sungai Ba, merupakan kejadian yang belum pernah tercatat dalam arsip observasi selama lebih dari 50 tahun. Para ilmuwan menduga intensitas hujan disebabkan oleh konvergensi fenomena cuaca ekstrem: lonjakan kuat monsun timur laut yang berinteraksi dengan intrusi udara dingin, memicu pengangkatan orografik intensif di atas jajaran pegunungan Truong Son. Fenomena cuaca ekstrem serupa pernah menghantam Vietnam sebelumnya, seperti Topan Kalmaegi dan Bualoi.

Implikasi ekonomi dan infrastruktur dari banjir ini sangat luas. Di samping korban jiwa, sektor pertanian di dataran tinggi tengah, sentra produksi kopi utama, lumpuh akibat genangan air. Infrastruktur vital juga terganggu serius; beberapa jalur kereta api utama yang menghubungkan utara dan selatan dihentikan sementara, dan ruas jalan nasional terblokir oleh longsor atau genangan air. Di Provinsi Khanh Hoa, dua jembatan gantung dilaporkan hanyut akibat derasnya arus.

Sebagai respons darurat, operasi penyelamatan skala besar segera diaktifkan, melibatkan mobilisasi hampir 45.000 personel dan 2.200 kendaraan yang dipimpin oleh Kementerian Pertahanan. Wakil Perdana Menteri Ho Quoc Dung telah melakukan inspeksi lapangan dan mengalokasikan dana darurat sebesar 50 miliar VND untuk Provinsi Khanh Hoa. Pemerintah menekankan bahwa prioritas utama adalah penyelamatan dan perlindungan jiwa, diikuti upaya pemulihan produksi dan mata pencaharian masyarakat melalui kebijakan bantuan keuangan dan kredit.

55 Tampilan

Sumber-sumber

  • TUOI TRE ONLINE

  • Thanh Niên

  • Bắc Ninh

  • VOV

  • Thể thao & Văn hóa

  • Tuổi Trẻ Online

  • VnEconomy

  • Báo Thanh Niên

  • Báo Lao Động

  • VietnamPlus (VietnamNews)

  • Báo Nhân Dân

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
Banjir Rekor Melanda Vietnam Tengah, Tunju... | Gaya One