Salju Ekstrem di Himalaya Ganggu Rute Perjalanan Utama Sekitar 25-26 Januari 2026

Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17

Dalam 48 jam terakhir, salju deras dan mendadak di seluruh wilayah Himalaya telah menimbulkan gangguan luas.

Fenomena salju yang sangat lebat melanda beberapa wilayah di jajaran Pegunungan Himalaya, khususnya menyentuh daerah seperti Himachal Pradesh, memicu tantangan logistik yang substansial bagi para pelancong. Peristiwa cuaca ekstrem ini, yang terjadi sekitar tanggal 25 hingga 26 Januari 2026, mengakibatkan kemacetan sepanjang beberapa kilometer pada koridor transportasi vital, termasuk Jalan Raya Nasional yang menjadi akses utama menuju Manali. Akumulasi salju yang tebal serta kondisi permukaan jalan yang sangat licin akibat lapisan es menjadi penyebab utama terhentinya arus lalu lintas.

Manali, Himachal Pradesh

Situasi ini merupakan bagian dari dampak gangguan barat kuat yang memengaruhi wilayah Himalaya barat dan dataran sekitarnya. Departemen Meteorologi India (IMD) memprediksi ketidakstabilan cuaca akan berlanjut hingga 27 Januari 2026, dengan potensi hujan salju lebat tambahan di area dataran tinggi selama dua hari ke depan. Penutupan jalur mengakibatkan ratusan wisatawan terperangkap dalam kondisi yang sulit, menghadapi suhu di bawah titik beku tanpa akses memadai terhadap kebutuhan dasar. Beberapa laporan mengindikasikan bahwa sejumlah orang terpaksa meninggalkan kendaraan mereka dan menempuh perjalanan kaki demi mencari tempat berlindung atau rute alternatif yang lebih aman.

Salju pertama yang signifikan pada musim ini di Shimla

Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa wilayah Himalaya, termasuk Jammu dan Kashmir serta Uttarakhand, mengalami hujan salju luas setelah periode awal tahun yang kering. Otoritas terkait telah mengerahkan upaya pembersihan salju secara masif, meskipun skala gangguan masih terbilang luas dengan banyak jalan di distrik-distrik yang terdampak tetap ditutup. Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Indonesia juga mengeluarkan peringatan dini untuk periode 25–27 Januari 2026, menunjukkan adanya dinamika atmosfer global yang signifikan, meskipun konteksnya berbeda.

Bagi sektor pariwisata dan logistik di wilayah tersebut, kejadian ini menyoroti kerentanan infrastruktur transportasi pegunungan terhadap variasi iklim ekstrem. Dengan potensi cuaca buruk yang masih membayangi, upaya pemulihan aksesibilitas akan menjadi prioritas utama pemerintah daerah setempat dalam beberapa hari ke depan. Pemantauan ketat terhadap perkembangan cuaca dan mitigasi risiko bagi wisatawan yang terjebak menjadi fokus utama bagi badan penanggulangan bencana setempat.

14 Tampilan

Sumber-sumber

  • ndtv.in

  • The Free Press Journal

  • Mint

  • NDTV

  • The Times of India

  • UNI News

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.