Hujan deras yang mengguyur pesisir barat Sumatera Utara, khususnya wilayah Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, telah memicu serangkaian bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor signifikan pada Selasa, 25 November 2025. Laporan awal mengonfirmasi sedikitnya empat orang meninggal dunia akibat longsor di Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah. Peristiwa cuaca ekstrem ini diperparah oleh dinamika atmosfer regional, termasuk keberadaan Siklon Tropis KOTO di Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B di Selat Malaka, yang meningkatkan curah hujan di area tersebut.
A destructive flood and landslides have struck Tapanuli and Sibolga, North Sumatra, leaving widespread damage, isolating communities, and causing a total outage of both electricity and internet access. (bnpb.go.id/berita/empat-k…)
Implikasi dari kondisi cuaca ini berdampak langsung pada infrastruktur vital di Tapanuli Tengah dan Sibolga. Sebanyak 1.902 Kepala Keluarga (KK) di Tapanuli Tengah terdata terdampak banjir yang membawa material berat seperti lumpur dan batang pohon. Kerusakan meluas pada jaringan komunikasi dan sistem kelistrikan; PLN UP3 Sibolga mengaktifkan status Siaga Ketenagalistrikan menyusul genangan pada sejumlah gardu dan patahnya tiang distribusi akibat longsor. Terputusnya layanan telekomunikasi, termasuk seluler dan internet, turut menghambat upaya pendataan dan koordinasi respons darurat di zona terdampak.
Respons tanggap darurat segera diinisiasi melalui sinergi antara pemerintah daerah, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Badan SAR Nasional (Basarnas). Polda Sumut mengerahkan personel, termasuk Satuan Brimob, untuk memprioritaskan pembukaan akses jalan yang terputus, seperti jalur Sibolga-Padangsidimpuan. Kodim 0211/Tapteng menerjunkan personel untuk membantu evakuasi warga rentan menggunakan perahu karet dan kendaraan taktis.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dijadwalkan meninjau langsung lokasi bencana di Sibolga pada Kamis, 27 November 2025, untuk mempercepat proses pemulihan. Fokus utama BNPB adalah pemulihan konektivitas darat, dengan target membuka kembali akses jalan nasional yang menghubungkan Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan dalam waktu satu hingga dua hari ke depan. Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBPJN Sumatra Utara telah mengerahkan alat berat, termasuk dua ekskavator dari Medan, meskipun pengiriman alat berat diperkirakan memakan waktu hingga 17 jam karena kondisi medan yang sulit. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat di zona rawan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan seiring kondisi cuaca yang masih dinamis.



