Sebuah UFO terpantau melintas di langit Кампинаса 25 декабря 2025 года.
Perdebatan Rekaman UFO di Campinas: Verifikasi vs. Kesaksian di Era Kecerdasan Buatan
Diedit oleh: Uliana S.
Sebuah peristiwa yang menarik perhatian publik luas terjadi pada pagi hari tanggal 25 Desember 2025 di negara bagian São Paulo, Brasil: dugaan penampakan dan perekaman sebuah objek terbang tak dikenal (UFO). Insiden ini bermula di jalan raya Rodovia Anhanguera, tepatnya antara kilometer 85 dan 88, mengarah keluar dari pusat kota Campinas.
Rekaman video yang beredar dengan cepat di media sosial dan forum-forum yang membahas fenomena udara tak dikenal ini berhasil mengumpulkan lebih dari 800 ribu tayangan. Saksi mata sekaligus pembuat rekaman adalah Profesor Michelli Azuma, yang saat itu berusia 36 tahun. Ia bersikeras bahwa objek dengan siluet gelap dan tidak biasa itu terekam menggunakan iPhone 16 ketika mobilnya melaju dengan kecepatan sekitar 100 kilometer per jam. Profesor Azuma dengan tegas membantah segala kemungkinan adanya penyuntingan atau manipulasi pada video tersebut, termasuk penggunaan perangkat kecerdasan buatan (AI), dengan alasan bahwa ia tidak memiliki keahlian untuk melakukannya.
Untuk menguji keaslian rekaman tersebut, empat platform verifikasi konten berbasis AI dikerahkan. Hasil analisis menunjukkan hasil yang beragam: tiga platform memberikan hasil negatif terkait kemungkinan objek tersebut dibuat oleh AI. Namun, satu alat mendeteksi adanya probabilitas asal buatan sebesar 12,4 persen. Ketidakjelasan ini tentu saja memperumit upaya identifikasi. Dalam konteks perkembangan teknologi terkini, alat seperti Gemini 3 Flash dari Google, yang diluncurkan pada 18 Desember 2025, dirancang untuk memerangi media sintetis menggunakan tanda air SynthID, yang semakin menyoroti betapa pentingnya isu disinformasi saat ini.
Spekulasi mengenai sifat objek tersebut berubah dengan cepat. Awalnya, Profesor Azuma menduga itu adalah wahana terbang, namun belakangan ia mengajukan kemungkinan bahwa objek tersebut mungkin adalah balon udara matahari berbentuk bintang. Balon matahari bekerja dengan cara memanaskan udara di dalamnya melalui radiasi matahari yang diserap oleh material cangkang yang gelap, sehingga menghasilkan daya angkat tanpa perlu bahan bakar.
Demi mendapatkan penilaian ahli, pihak terkait melibatkan spesialis dari Observatorium Kota Jean Nicolini di Campinas. Teknisi astronomi observatorium, Rubens Matias Azevedo, menyatakan bahwa institusi mereka tidak memiliki instrumen atau kompetensi memadai untuk memberikan konfirmasi definitif mengenai keaslian rekaman UFO tersebut. Ia menduga bahwa objek tersebut bisa jadi merupakan hasil rekayasa atau artefak darat yang sedang terbang. Perlu diketahui, observatorium ini berlokasi di area Joaquim Eugênio, sekitar 30 kilometer dari pusat kota, pada ketinggian 1033 meter di atas permukaan laut.
Sumber-sumber yang dimintai pendapat saat menganalisis video juga menghadapi tantangan dalam mengidentifikasi objek secara pasti. Mereka mengajukan hipotesis mulai dari drone, balon matahari, hingga wahana terbang buatan manusia lainnya yang berasal dari darat. Karena tidak adanya kesimpulan resmi hingga akhir Desember 2025, misteri mengenai hakikat objek tersebut tetap terbuka. Insiden ini menjadi cerminan nyata dari minat publik yang berkelanjutan terhadap fenomena udara tak dikenal serta kompleksitas verifikasi konten media yang semakin meningkat di era AI generatif, di mana keahlian institusional belum mampu memberikan vonis akhir.
Sumber-sumber
ACidade ON
ACidade ON
OVNI Hoje!
ACidade ON
YouTube
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
