Samudra Secara Langsung: Memanfaatkan Kabel Internet untuk Mendengar Kehidupan Terumbu Karang
Diedit oleh: Inna Horoshkina One
Penelitian mutakhir yang sangat menjanjikan mengonfirmasi bahwa teknologi Distributed Acoustic Sensing, atau yang lebih dikenal sebagai DAS, yang memanfaatkan serat optik, kini muncul sebagai metode revolusioner untuk memantau lanskap suara terumbu karang secara langsung. Teknologi canggih ini memiliki kemampuan unik untuk mengubah kabel internet bawah laut yang sudah ada menjadi susunan akustik yang sangat sensitif.
Serat optik mengungkap interaksi antara air dan dasar laut.
Transformasi ini menciptakan ribuan pos pendengar virtual, dengan jarak hanya beberapa meter satu sama lain, yang memperluas jangkauan pemantauan hingga mencakup bentangan dasar laut sepanjang puluhan kilometer. Hasilnya adalah peta akustik lingkungan bawah laut dengan resolusi tinggi yang belum pernah ada sebelumnya.
Eksperimen yang dilakukan oleh KAUST di Laut Merah bagian Tengah telah menyajikan bukti kuat mengenai kapabilitas DAS. Temuan tersebut menunjukkan bahwa sistem ini mampu menangkap suara-suara terumbu karang yang signifikan secara biologis dengan tingkat presisi yang setara dengan hidrafon khusus tradisional. Secara spesifik, sistem ini berhasil mendeteksi peningkatan aktivitas udang pistol pada malam hari, yang biasanya mengeluarkan suara antara 1,5 hingga 5 kHz. Lebih lanjut, DAS mampu membedakan dengan jelas vokalisasi dari berbagai spesies ikan yang beroperasi dalam rentang 100 hingga 1000 Hz. Bahkan pergerakan penyelam scuba pun dapat dilacak, menegaskan kesadaran spasial sistem ini yang sangat detail.
Poin krusialnya adalah keunggulan DAS terletak pada operasinya yang berkelanjutan, menjadikannya jauh lebih dari sekadar alat pengarsipan. Berbeda dengan hidrafon konvensional yang baru memberikan data setelah diambil secara fisik, DAS menyalurkan umpan data secara langsung. Kapabilitas ini menjamin pemantauan yang berkelanjutan, hemat biaya, dan sangat skalabel—sebuah terobosan besar bagi ilmu kelautan.
Suara Peristiwa: Menambah Irama Kehidupan Planet
Lompatan teknologi ini merupakan kelanjutan logis dari pengamatan sebelumnya yang mengindikasikan bahwa suara memainkan peran vital tidak hanya dalam memulihkan vitalitas terumbu karang, tetapi juga dalam upaya perlindungan aktif. Kini, kita dapat mendengar terumbu karang sebagaimana lautan itu sendiri mendengarnya: bukan hanya pada titik-titik terisolasi, melainkan melintasi area spasial yang luas, dan tidak hanya dalam durasi singkat, tetapi secara terus-menerus.
Di tengah era ketika ekosistem karang menghadapi ancaman serius dari perubahan iklim yang meningkat dan polusi suara antropogenik yang meluas, DAS menawarkan lapisan pertahanan baru yang kuat—yaitu kehadiran akustik yang konstan. Kesadaran waktu nyata ini memungkinkan para peneliti dan konservasionis untuk:
Memantau status kesehatan keseluruhan ekosistem yang rapuh dengan fidelitas yang lebih tinggi.
Mengidentifikasi sinyal peringatan dini yang halus yang mengindikasikan stres lingkungan sebelum kerusakan katastropik terjadi.
Menentukan lokasi dan melacak sumber kebisingan tidak alami yang mengganggu kehidupan laut.
Menerapkan langkah-langkah proaktif untuk mencegah aktivitas manusia yang merusak di dekat zona sensitif.
Potensi skala inovasi ini sungguh mencengangkan. Saat ini, sudah terpasang lebih dari 1,2 juta kilometer kabel telekomunikasi bawah laut yang ada di seluruh dasar laut global. Aset yang selama ini 'tertidur' ini berpotensi diaktifkan untuk berfungsi sebagai jaringan pendengar global yang komprehensif bagi planet ini.
Sebelumnya, kita telah mempelajari cara memperkenalkan suara untuk membantu menjaga kehidupan karang. Kini, fokus beralih untuk mendengarkan dengan saksama guna memahami simfoni laut yang rumit dan hidup itu sendiri.
Sumber-sumber
Nature
Distributed Acoustic Sensing (DAS) for Marine Conservation - Cornell Lab of Ornithology
Abstract OOS2025-473 - CO Meeting Organizer
Enhancing Coastal Critical Infrastructure Protection with Distributed Acoustic Sensing (DAS)
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
