IUCN Akui Peran Krusial Satwa Liar dalam Solusi Krisis Iklim
Diedit oleh: Olga Samsonova
Serikat Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), sebuah persekutuan unik yang menyatukan lembaga pemerintahan dan organisasi masyarakat sipil, baru-baru ini mengesahkan sebuah resolusi penting. Keputusan ini secara resmi mengakui peran vital satwa liar dalam upaya mitigasi krisis iklim global. Pengakuan ini menggarisbawahi bahwa populasi hewan, melalui fungsi ekologisnya yang khas, memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan karbon dan pemeliharaan kesehatan ekosistem secara keseluruhan.
Dampak fauna terhadap penyimpanan karbon terbukti nyata melalui beberapa studi kasus. Di Cekungan Kongo, hutan yang dihuni oleh gajah hutan diketahui menyimpan cadangan karbon sekitar 7% lebih banyak dibandingkan area yang tidak memiliki populasi gajah tersebut. Gajah hutan berperan sebagai 'petani besar hutan' dengan memengaruhi komposisi vegetasi; mereka memakan tanaman yang tumbuh cepat dan menginjak-injak pohon muda, sehingga secara tidak langsung mendorong dominasi spesies pohon yang tumbuh lambat dan menyimpan karbon lebih banyak. Sebuah studi tahun 2019 mengindikasikan bahwa setiap gajah hutan dapat memicu peningkatan bersih penangkapan karbon sebesar 9.500 metrik ton CO2 per km persegi di hutan hujan Afrika tengah. Kehilangan populasi gajah Afrika diperkirakan dapat mengurangi kemampuan hutan di benua itu dalam menyimpan karbon hingga 6-9%.
Dampak ekologis yang luar biasa juga ditunjukkan oleh berang-berang laut di ranah kelautan. Hewan ini bertindak sebagai penjaga ekosistem hutan kelp (rumput laut raksasa) di Pasifik Utara dengan mengendalikan populasi bulu babi laut, predator utama rumput laut. Dengan demikian, berang-berang laut memungkinkan hutan kelp tumbuh subur. Hutan kelp ini memiliki kemampuan menyerap karbon hingga 12 kali lebih banyak dibandingkan area dengan vegetasi yang menipis. Karbon yang ditangkap ini kemudian disimpan sebagai biomassa dan detritus di laut dalam, mencegahnya kembali ke atmosfer. Pemulihan populasi berang-berang laut ini juga memberikan manfaat ekosistem tambahan, termasuk peningkatan stok ikan.
Resolusi yang diadopsi oleh IUCN ini secara tegas mendorong Direktur Jenderal IUCN untuk mengarusutamakan pengakuan peran satwa liar dalam mitigasi iklim di forum Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC). Selain itu, seruan ditujukan kepada negara-negara anggota agar memprioritaskan upaya perlindungan dan pemulihan populasi hewan sebagai strategi berbasis alam yang efektif untuk solusi iklim. Langkah ini merefleksikan pemahaman mendalam bahwa menjaga keutuhan keanekaragaman hayati merupakan langkah preventif yang sejalan dengan upaya global membatasi kenaikan suhu bumi.
Sumber-sumber
Earth.Org - Past | Present | Future
IUCN World Conservation Congress
IUCN NL at IUCN World Conservation Congress 2025: overview of events
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
