Hidrasi Pagi, Sinar Matahari, dan Waktu Konsumsi Kopi Pengaruhi Longevitas
Diedit oleh: Olga Samsonova
Kesehatan jangka panjang dan proses penuaan yang optimal sangat bergantung pada konsistensi kebiasaan harian yang berkelanjutan, dengan penekanan khusus pada ritual pagi hari untuk hasil kesehatan yang maksimal. Ahli kesehatan, termasuk Dr. Sebastián La Rosa, menggarisbawahi bahwa hidrasi segera dengan air putih setelah bangun tidur merupakan langkah fundamental untuk merehidrasi tubuh setelah periode puasa semalaman, mengaktifkan metabolisme, dan meningkatkan ketajaman kognitif sebelum asupan stimulan seperti kopi.
Segelas air di pagi hari memiliki dampak multifaset; asupan cairan ini mendukung fungsi ginjal yang esensial untuk pembersihan limbah metabolik, melancarkan proses pencernaan, dan dapat membantu mengendalikan nafsu makan. Metabolisme tubuh dilaporkan meningkat hingga 25 persen ketika air putih diminum saat perut kosong, yang berkontribusi pada peningkatan energi secara keseluruhan. Fungsi organ vital seperti kelenjar tiroid, yang mengatur laju metabolisme, juga memerlukan hidrasi yang memadai untuk beroperasi secara efisien.
Di samping hidrasi, paparan terhadap cahaya alami pada awal hari berfungsi sebagai penentu utama untuk mengatur ulang ritme sirkadian, sistem jam biologis internal tubuh yang mengoordinasikan siklus tidur dan bangun. Sinyal cahaya yang diterima oleh Nukleus Suprachiasmatic (SCN) di otak memberikan instruksi untuk meningkatkan kewaspadaan di pagi hari. Kebiasaan ini, bersama dengan stimulasi sistem saraf simpatik melalui mandi air dingin, dapat lebih lanjut meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat respons imun tubuh. Penyesuaian ritme sirkadian melalui konsistensi waktu tidur dan bangun, bahkan dalam rentang 30 menit, memperkuat efisiensi sistem tubuh.
Penelitian mutakhir semakin menyoroti signifikansi waktu konsumsi kopi terhadap potensi umur panjang. Sebuah studi komprehensif yang dipublikasikan dalam European Heart Journal pada tahun 2026 menunjukkan korelasi positif yang signifikan: peminum kopi di pagi hari menunjukkan penurunan risiko kematian akibat semua penyebab sebesar 16% dan risiko kematian kardiovaskular sebesar 31% dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi kopi. Efek protektif ini dikaitkan dengan senyawa antioksidan dalam kopi, seperti flavonoid dan asam fenolik, yang berfungsi menangkal radikal bebas dan mengurangi peradangan kronis.
Temuan ini menekankan bahwa manfaat mortalitas yang substansial ini tidak teramati pada subjek yang mengonsumsi kopi secara merata sepanjang hari, mengindikasikan adanya interaksi biologis spesifik dengan ritme alami tubuh. Profesor Lu Qi dari Universitas Tulane, penulis utama studi tersebut, menyatakan bahwa ini adalah studi pertama yang secara eksplisit menguji pola waktu minum kopi terhadap hasil kesehatan. Para ahli memberikan peringatan bahwa mengonsumsi kopi pada sore atau malam hari berpotensi mengacaukan ritme sirkadian dengan mengganggu produksi melatonin, yang dapat meniadakan manfaat kesehatan.
Studi yang menganalisis data dari hampir 40.725 orang dewasa dalam National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) AS periode 1999–2018 mengkategorikan waktu minum kopi menjadi pagi (04.00–11.59), sore (12.00–16.59), dan malam (17.00–03.59). Manfaat penurunan risiko kematian ini terbukti berlaku baik untuk kopi berkafein maupun kopi tanpa kafein. Untuk mengoptimalkan manfaat ini, para ilmuwan menyarankan untuk menunda konsumsi kafein setelah kadar kortisol alami tubuh mencapai puncaknya, yang terjadi sekitar 30 hingga 45 menit setelah bangun tidur, guna menghindari penurunan sensitivitas kafein di masa depan. Dengan mengintegrasikan hidrasi awal, paparan cahaya pagi untuk mengatur jam internal, dan penentuan waktu konsumsi kopi yang strategis, individu dapat secara proaktif membangun fondasi kuat bagi peningkatan rentang kesehatan, yaitu periode hidup yang berkualitas tanpa ketergantungan medis yang signifikan.
5 Tampilan
Sumber-sumber
ABC TU DIARIO EN ESPAÑOL
Thanh Niên
DR LA ROSA
YouTube
Dr. La Rosa
Infobae
El Confidencial
Tom's Guide
NutraIngredients.com
European Society of Cardiology
baptisthealth.net
Tulane University
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.