Pengasuhan 2026: Tren Menuju Ketangguhan Menggantikan Intervensi Berlebihan
Diedit oleh: Olga Samsonova
Pada tahun 2026, para pakar perkembangan anak mengamati pergeseran filosofis yang signifikan dalam pengasuhan, dengan penekanan yang semakin besar untuk menarik diri dari pendekatan yang terlalu campur tangan, yang dikenal sebagai "Lawnmower Parenting." Gaya pengasuhan yang berlebihan ini, di mana orang tua secara proaktif menghilangkan setiap kesulitan atau potensi kekecewaan dari jalur anak, telah dikritik karena secara implisit menyampaikan pesan ketidakmampuan kepada anak. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan di bawah pengawasan protektif yang ekstrem sering kali menunjukkan kesulitan dalam manajemen stres dan peningkatan tingkat kecemasan saat memasuki masa remaja dan dewasa.
Para konselor psikologis menegaskan bahwa kepercayaan diri sejati dan kemandirian berkembang melalui pengalaman menghadapi kesulitan yang sesuai dengan usia, bukan melalui resolusi instan atas setiap masalah oleh orang tua. Gaya Lawnmower Parenting, yang bertujuan memberikan perjalanan hidup yang mulus, justru dapat membuat anak kurang siap menghadapi tuntutan kehidupan mandiri, kurang sabar, dan kurang terampil dalam mengatasi masalah saat dewasa. Sebagai respons terhadap intervensi berlebihan ini, tren pengasuhan pada tahun 2026 menunjukkan penolakan terhadap ekstremitas, termasuk diskusi mengenai pendekatan yang lebih tegas sebagai koreksi terhadap gaya "Gentle Parenting" yang sempat dominan.
Sebagai penyeimbang, tren positif yang muncul adalah "Hybrid Parenting," sebuah model yang menggabungkan elemen-elemen efektif dari berbagai gaya pengasuhan yang ada. Pendekatan ini secara aktif membatasi penggunaan teknologi, baik untuk orang tua maupun anak, sambil memprioritaskan pengembangan kecerdasan emosional di atas manajemen perilaku yang kaku. Selain itu, para ahli menekankan pentingnya orang tua untuk melepaskan perfeksionisme dan mengadopsi ekspektasi yang lebih realistis terhadap diri mereka sendiri dan anak-anak mereka, sebuah pandangan yang didukung oleh pakar seperti Dr. Becky Kennedy dan Gigi Schweikert.
Pergeseran ini juga mencakup kesadaran yang lebih besar akan dampak negatif stimulasi berlebihan dan penggunaan layar, yang mendorong gerakan untuk menunda pemberian ponsel pintar dan membatasi media sosial, sebuah tren yang diperkuat oleh publikasi seperti buku The Anxious Generation karya Jonathan Haidt. Model Hybrid Parenting ini, yang sering memadukan komunikasi tatap muka dengan interaksi digital yang terstruktur, terbukti efektif bagi orang tua yang sibuk, memungkinkan kehadiran emosional meskipun secara fisik terpisah, dan telah terbukti memperkuat tanggung jawab serta kemandirian anak.
Pola pikir bahwa "tidak apa-apa jika tidak selalu baik-baik saja" semakin mengikis anggapan lama tentang kesempurnaan keluarga, mendorong kejujuran orang tua tentang ketidaksempurnaan mereka. Secara historis, konsep gaya pengasuhan diperkenalkan pada tahun 1960-an oleh psikolog perkembangan Diana Baumrind, yang mengidentifikasi kategori awal seperti otoritatif, otoriter, dan permisif, yang kemudian diperluas oleh Eleanor Maccoby dan John Martin. Penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoritatif, yang ditandai dengan kehangatan dan kontrol yang masuk akal, secara positif memprediksi kecerdasan emosional anak, yang merupakan kemampuan untuk mengenal dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain. Dengan demikian, tren 2026 mengarah pada pengasuhan yang lebih sadar, manusiawi, dan berfokus pada ketangguhan serta keterampilan hidup nyata, menjauh dari upaya memaksakan kebahagiaan instan.
5 Tampilan
Sumber-sumber
Sabah
Sabah
Hürriyet Haberler
SavvyMom
HTHayat
Hürriyet Haberler
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
