Kebangkitan Tulisan Kursif di Sekolah Umum Amerika Serikat Menandai Pergeseran Kurikulum

Diedit oleh: Olga Samsonova

Dunia pendidikan di Amerika Serikat mengalami pergeseran paradigma signifikan, ditandai dengan legislasi di beberapa negara bagian yang mewajibkan kembalinya pengajaran tulisan tangan kursif untuk generasi Alpha. Perubahan ini merupakan koreksi terhadap tren sebelumnya yang dimulai dengan adopsi Standar Inti Umum (Common Core State Standards) pada tahun 2010, yang cenderung memprioritaskan kemampuan mengetik di atas keterampilan menulis tangan, dan menunjukkan pengakuan meluas atas nilai intrinsik keterampilan manual dalam perkembangan anak.

New Jersey menjadi salah satu pelopor dengan mengesahkan undang-undang pada 19 Januari 2026, yang mewajibkan instruksi kursif untuk siswa kelas tiga hingga lima, dengan target kemahiran penuh pada akhir tahun kelima. Pennsylvania menyusul pada Februari 2026, menetapkan kursif sebagai komponen kurikulum wajib di seluruh sekolah negeri dan swasta, efektif mulai 12 April 2026. California telah mengesahkan regulasi serupa pada tahun 2024, menuntut pengajaran mulai dari kelas satu hingga enam. Data pada Maret 2026 menunjukkan bahwa lebih dari separuh negara bagian di Amerika Serikat kini secara resmi mewajibkan atau sangat menganjurkan penguasaan baca tulis kursif, peningkatan signifikan dari hanya 14 negara bagian sepuluh tahun sebelumnya.

Para pendukung kebijakan baru ini berpendapat bahwa pengajaran kursif mendukung perkembangan kognitif dan keterampilan motorik halus, sekaligus membuka akses langsung bagi siswa untuk menelaah dokumen-dokumen bersejarah fundamental, seperti Deklarasi Kemerdekaan. Penelitian neurosains mendukung argumen ini, menunjukkan bahwa menulis dengan pena di atas kertas melibatkan keterlibatan berbagai indra yang tidak dapat ditiru oleh perangkat digital. Mellissa Prunty, seorang terapis okupasi di Brunel University London, menyoroti bahwa memegang pena dan menggerakkan tangan adalah keterampilan kognitif-motorik kompleks yang menuntut perhatian tinggi, di mana pemrosesan yang lebih dalam ini mendukung kemampuan membaca dan mengeja.

Lebih lanjut, studi menunjukkan bahwa proses menulis manual secara statistik meningkatkan kemampuan mengingat informasi dibandingkan dengan mengetik. Naomi Susan Baron, profesor emerita linguistik di American University, menemukan bahwa tulisan tangan mengaktifkan lebih banyak koneksi antar dimensi visual, motorik, dan auditori saat mempelajari kata baru, dibandingkan dengan sentuhan tunggal pada tombol keyboard. Stimulasi motorik yang lebih kaya ini memberikan manfaat signifikan bagi fungsi kognitif yang lebih tinggi.

Kembalinya kursif juga memiliki implikasi budaya dan historis. Guru seperti Pamela Keller di Sekolah Dasar Orangethorpe, Fullerton, melaporkan antusiasme siswa yang meningkat setelah mengetahui pelajaran tersebut dapat meningkatkan kemampuan kognitif mereka. Kegembiraan lain muncul ketika siswa mampu membaca dokumen bersejarah, seperti Konstitusi AS yang ditulis pada tahun 1787, memicu apresiasi langsung terhadap warisan tertulis bangsa. Tren ini menandai penyeimbangan kembali dalam kurikulum pendidikan AS, menjauh dari fokus tunggal pada literasi digital yang dominan sejak awal dekade 2010-an.

7 Tampilan

Sumber-sumber

  • Fast Company

  • FOX 29 Philadelphia

  • NJEA

  • Pittsburgh Post-Gazette

  • Insider NJ

  • NEA

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.