Pendidikan Progresif Pertahankan Tulisan Tangan untuk Manfaat Kognitif di Era Digital

Diedit oleh: Olga Samsonova

Pendidikan progresif terus menggarisbawahi pentingnya keterampilan fundamental seperti menulis tangan, meskipun lanskap komunikasi modern didominasi oleh perangkat digital. Penekanan ini didukung oleh temuan ilmiah yang mengaitkan aktivitas menulis manual dengan peningkatan fungsi otak dan konstruksi pengetahuan yang lebih mendalam.

Hari Tulisan Tangan Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 23 Januari, menjadi sorotan penting dalam konteks ini, menandai sebuah praktik yang tetap relevan. Peringatan ini didirikan pada tahun 1977 oleh Writing Instrument Manufacturers Association (WIMA), yang didirikan pada tahun 1943. Pada tahun 2026, peringatan ini akan mencapai tahun ke-49, sebuah tonggak sejarah yang menggarisbawahi kekhawatiran mengenai korelasi antara penurunan kemampuan menulis tangan dan potensi dampak pada kinerja akademik siswa. WIMA secara konsisten mempromosikan penggunaan pena dan pensil sebagai bentuk ekspresi diri yang khas, yang seringkali hilang dalam komunikasi berbasis font digital. Pemilihan tanggal 23 Januari secara khusus diadakan bertepatan dengan hari ulang tahun John Hancock, penanda tangan pertama Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat, yang terkenal dengan tanda tangannya yang besar dan tegas.

Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa menulis dengan tangan memberikan keuntungan kognitif signifikan yang tidak dapat ditiru sepenuhnya oleh pengetikan. Aktivitas motorik ini merangsang memori yang lebih baik, mendorong proses refleksi yang lebih dalam, dan meningkatkan kapasitas kreativitas. Proses menulis tangan mengaktifkan jaringan saraf spesifik yang krusial untuk pengembangan keterampilan halus, dengan melibatkan pengaturan komunikasi antara korteks visual, sensorik, dan motorik otak, yang semuanya berkontribusi pada fungsi kognitif yang lebih baik dan retensi memori yang lebih kuat.

Tokoh akademis, seperti Profesor Florence Bara dari laboratorium Cognition, Langues, Language, Ergonomie (CLLE) di Université Toulouse - Jean Jaurès, menegaskan peran gestur motorik dalam mengaktifkan sirkuit neural penting untuk pembelajaran. Proses akuisisi tulisan tangan pada anak merupakan perjalanan kompleks yang sering baru selesai ketika mereka memasuki jenjang sekolah menengah pertama. Keterampilan menulis manual ini dipandang esensial untuk konstruksi pengetahuan yang kokoh dan pengembangan kemampuan berpikir kritis. Sebagai perbandingan, mengetik cenderung lebih cepat dan kurang reflektif, sementara menulis tangan memberikan jeda yang memungkinkan otak untuk memproses informasi secara lebih luas.

Studi yang dilakukan oleh Indiana University, menggunakan pemindaian MRI pada anak usia lima tahun, mendukung korelasi antara tulisan tangan dan munculnya ide-ide baru. Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa anak-anak yang berlatih menulis tangan memiliki kemampuan mengeja, membaca, dan mengarang yang lebih baik dibandingkan mereka yang hanya mengetik di perangkat digital. Di tengah pergeseran pendidikan menuju literasi digital, mempertahankan tulisan tangan sebagai bentuk komunikasi pribadi dan ekspresi diri tetap vital, mengaktifkan berbagai area otak melebihi apa yang dapat direplikasi oleh teknologi semata.

Upaya untuk menghidupkan kembali kebiasaan menulis tangan, seperti yang dilakukan oleh beberapa inisiatif pendidikan, bertujuan untuk mengatasi tantangan perubahan pola perilaku dan potensi gangguan keterampilan motorik pasca-pandemi pada generasi muda. Dengan demikian, penekanan pada tulisan tangan dalam kurikulum progresif merupakan strategi berbasis kognitif untuk memastikan perkembangan holistik siswa, bukan sekadar nostalgia terhadap praktik masa lalu.

8 Tampilan

Sumber-sumber

  • Télérama

  • National Today

  • Cognition, Langues, Langage, Ergonomie (CLLE) UMR 5263

  • Writing Instrument Manufacturers Association (WIMA)

  • Days Of The Year

  • Graphiline.com

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.