Dinamika Keluarga Pengaruhi Adaptabilitas Karier dan Kesejahteraan Remaja, Studi Ungkap

Diedit oleh: Olga Samsonova

Penelitian pendidikan dan psikologi terkini semakin menegaskan peran fundamental dinamika keluarga dalam membentuk kesiapan karier serta kesejahteraan psikologis remaja. Sebuah studi longitudinal yang dilaksanakan oleh peneliti E. Işık dan B. Yılmaz Alıcı menguji validitas model konstruksi karier Savickas dengan mengintegrasikan metrik kesejahteraan psikososial. Temuan mereka pada berbagai kohort menunjukkan bahwa kehangatan dan dukungan dari orang tua secara signifikan memprediksi peningkatan adaptabilitas karier dan tingkat kesejahteraan subjektif pada kaum muda.

Sebaliknya, konflik dalam lingkungan keluarga terbukti secara empiris melemahkan kapasitas adaptif remaja, yang kemudian bermanifestasi sebagai peningkatan ketidakpastian karier dan tekanan psikologis yang lebih besar. Dukungan sosial, yang seringkali bersumber dari orang tua dan keluarga, juga berperan dalam menurunkan kecemasan karier pada remaja, sebagaimana didukung oleh temuan Söner dan Yilmaz pada tahun 2025 yang berfokus pada remaja di luar konteks Barat. Hal ini menggarisbawahi bahwa interaksi positif dalam keluarga berkorelasi dengan fungsi eksekutif yang lebih adaptif, sebuah kemampuan kognitif penting untuk pemecahan masalah dalam konstruksi karier.

Implikasi dari riset ini menuntut pergeseran paradigma dalam perumusan kebijakan, mendorong kerangka kerja terintegrasi yang secara simultan menargetkan dinamika keluarga bersamaan dengan strategi adaptif individu untuk mengatasi krisis kesehatan mental remaja yang sedang berlangsung. Penelitian sebelumnya juga mengaitkan fungsi afektif keluarga yang baik dengan tingkat kecerdasan emosional remaja yang lebih tinggi, memposisikan adaptabilitas karier bukan hanya sebagai atribut individu, melainkan sebagai proses yang dibangun di atas fondasi ketangguhan familial.

Keterlibatan aktif orang tua dalam perkembangan anak cenderung membantu mereka membuat pilihan masa depan yang lebih baik, meskipun remaja saat ini memiliki akses informasi yang lebih mudah. Dukungan sosial dari orang tua dan lingkungan sekolah teridentifikasi sebagai faktor yang memengaruhi adaptabilitas karier, seperti yang ditunjukkan dalam studi pada mahasiswa. Studi oleh Astika, Macmuroh, dan Selly pada tahun 2016 menyoroti bahwa dukungan orang tua menyumbang 10,1% terhadap pengambilan keputusan studi lanjut, sementara orientasi karier menyumbang 49,3%.

Lingkungan keluarga yang suportif secara strategis harus menyeimbangkan antara pemberian bimbingan yang tepat dengan penghormatan terhadap otonomi remaja yang tumbuh, sebuah pendekatan yang menantang paradigma lama. Keberfungsian keluarga, yang mencakup aspek psikologis dan sosialisasi, sangat penting dalam membentuk kepribadian dan pola pikir anak, yang pada akhirnya memengaruhi cita-cita mereka. Oleh karena itu, kerangka kerja kebijakan yang responsif harus mempertimbangkan bagaimana membangun lingkungan keluarga yang mendukung ketahanan, yang merupakan prasyarat bagi perkembangan karier yang adaptif di era modern.

15 Tampilan

Sumber-sumber

  • Scienmag: Latest Science and Health News

  • BMC Psychology

  • BMC Psychology - Impact Factor, Indexing, Rank, and APC 2026 - AskBisht

  • bmc psychology Impact Factor, Ranking, publication fee, indexing - Journal Searches

  • 2026 BMC Psychology – Impact Factor, Ranking & Research Scope

  • Exploring the Associations of Career Transition Components With Adolescents' Career Decision-Making Self-Efficacy and Anxiety - İstanbul Sabahattin Zaim Üniversitesi

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.