Libur Panjang Sembilan Hari Tahun Baru Imlek di Tiongkok Menjadi Momen Bersejarah pada 2026

Diedit oleh: Svetlana Velgush

Republik Rakyat Tiongkok baru-baru ini mencatatkan sejarah baru dalam kalender libur nasionalnya melalui penetapan masa istirahat yang lebih panjang dari biasanya. Pada periode antara tanggal 15 hingga 23 Februari 2026, negara tersebut secara resmi menetapkan masa libur nasional selama sembilan hari berturut-turut dalam rangka memperingati Festival Musim Semi atau yang secara luas dikenal sebagai Tahun Baru Imlek. Penetapan durasi libur yang cukup panjang ini mencerminkan upaya strategis pemerintah dalam memberikan kesempatan bagi seluruh warga negara untuk merayakan salah satu tradisi paling sakral dalam kebudayaan Tionghoa dengan lebih leluasa dan mendalam bersama keluarga mereka.

Masa istirahat selama sembilan hari ini diakui sebagai salah satu periode libur resmi terlama yang pernah diimplementasikan dalam sejarah modern Tiongkok selama beberapa tahun terakhir. Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan pentingnya aspek kekeluargaan dan tingginya mobilitas sosial yang terjadi selama perayaan tersebut. Jutaan orang memanfaatkan momentum emas ini untuk melakukan perjalanan mudik besar-besaran demi bisa berkumpul kembali dengan orang tua dan sanak saudara di berbagai pelosok negeri, yang sekaligus memperkuat struktur sosial masyarakat di tengah arus modernisasi dan urbanisasi yang pesat.

Selain berfungsi sebagai momen reuni keluarga yang emosional, durasi libur yang ekstensif ini juga terbukti menjadi motor penggerak utama bagi industri pariwisata nasional. Banyak warga yang memilih untuk menghabiskan waktu dengan berwisata ke berbagai situs bersejarah maupun destinasi modern, yang pada gilirannya memberikan dampak positif yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Sektor transportasi, perhotelan, dan ritel melaporkan adanya lonjakan aktivitas yang luar biasa, membuktikan bahwa kebijakan hari libur nasional memiliki peran ganda sebagai pelestari nilai budaya sekaligus stimulan finansial yang efektif bagi negara.

Secara tradisional dan berdasarkan perhitungan kalender lunar, puncak perayaan Tahun Baru Imlek itu sendiri jatuh pada tanggal 17 Februari 2026. Namun, penting untuk dipahami bahwa perayaan ini tidak berakhir begitu saja setelah hari pertama tersebut. Seluruh rangkaian Festival Musim Semi secara tradisional berlangsung selama lima belas hari penuh, yang diisi dengan berbagai macam ritual adat, perjamuan makan malam keluarga, serta pertunjukan seni rakyat yang meriah di setiap sudut kota dan desa di seluruh penjuru Tiongkok untuk menyambut datangnya keberuntungan.

Rangkaian panjang perayaan budaya yang penuh warna ini akan berakhir secara resmi pada tanggal 3 Maret 2026, yang bertepatan dengan penyelenggaraan Festival Lampion yang ikonik. Festival penutup ini menjadi simbol harapan, keberuntungan, dan cahaya, yang menandai berakhirnya masa libur panjang serta dimulainya siklus kerja dan aktivitas rutin yang baru bagi masyarakat. Dengan kombinasi antara kebijakan libur sembilan hari yang bersejarah dan perayaan tradisional yang megah, tahun 2026 menjadi tonggak penting dalam cara Tiongkok menyeimbangkan antara tuntutan produktivitas dunia modern dan penghormatan yang tulus terhadap warisan nilai-nilai tradisional yang telah berusia ribuan tahun.

34 Tampilan

Sumber-sumber

  • Báo Nhân Dân điện tử

  • China Breaks Mobility Record as Spring-Festival Passenger Trips Top 3.6 Billion in One Day

  • China records over 17.7 mln cross-border trips during Spring Festival holiday

  • Longest Spring Festival holiday boosts travel, consumption in China - CGTN

  • China sees record daily passenger flow in Spring Festival travel rush - Chinadaily.com.cn

  • China's Chinese New Year travel rush is the world's biggest annual migration | The Star

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.