Gedung Putih Rilis Hasil MRI Presiden Trump, Konfirmasi Kondisi Kesehatan Prima
Diedit oleh: Svetlana Velgush
Pada hari Senin, 1 Desember 2025, Gedung Putih secara resmi mengumumkan hasil pemeriksaan pencitraan resonansi magnetik (MRI) preventif yang telah dijalani oleh Presiden Donald Trump pada bulan Oktober lalu. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari rangkaian evaluasi medis tahunan sang Presiden. Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi publikasi data tersebut, menegaskan bahwa temuan MRI menunjukkan kondisi kesehatan Presiden secara keseluruhan berada dalam kondisi prima.
Presiden Trump, yang memulai masa jabatan keduanya pada Januari 2025, kini memegang rekor sebagai orang tertua yang pernah menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, pada usianya yang menginjak 79 tahun. Memorandum yang merinci prosedur pencitraan lanjutan ini dikeluarkan oleh dokter kepresidenan, Dr. Sean Barbabella. Dr. Barbabella, seorang Kapten Angkatan Laut AS dan dokter osteopati dengan spesialisasi di bidang kedaruratan dan pengobatan taktis, menyatakan bahwa fokus utama MRI adalah pada sistem kardiovaskular dan rongga perut. Evaluasi mendalam ini direkomendasikan secara khusus untuk pria pada kelompok usia tersebut demi penilaian yang komprehensif.
Tujuan utama dari pemindaian ini adalah bersifat pencegahan, yakni untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini dan memverifikasi fungsi optimal kepala negara. Hasil dari kedua pemeriksaan, baik kardiologi maupun abdominal, digambarkan sebagai 'sangat normal'. Visualisasi kardiovaskular tidak menunjukkan adanya penyempitan arteri, sementara ruang jantung dan pembuluh darah utama dinyatakan sehat, tanpa indikasi peradangan atau pembekuan darah. Pemeriksaan perut juga mengonfirmasi bahwa semua organ vital berfungsi sesuai standar normal, tanpa menunjukkan adanya patologi akut maupun kronis.
Publikasi hasil ini menyusul kunjungan Presiden pada 10 Oktober ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed. Kunjungan tersebut awalnya hanya disebut sebagai 'pemeriksaan ulang terjadwal', yang sempat memicu spekulasi di kalangan media. Juru Bicara Karoline Leavitt, yang merupakan juru bicara termuda dalam sejarah AS, menjelaskan bahwa pemindaian ini merupakan bagian dari protokol standar untuk pemeriksaan medis eksekutif bagi Presiden berusia 79 tahun. Sebelumnya, dilaporkan bahwa Presiden didiagnosis menderita insufisiensi vena kronis yang menyebabkan pembengkakan pada kaki, serta memar di lengan yang dikaitkan dengan konsumsi aspirin.
Dr. Barbabella, yang menggantikan Dr. Kevin O’Connor pada Maret 2025, memiliki latar belakang militer yang kaya, termasuk penghargaan Purple Heart dan Legion of Merit atas pengabdiannya di Irak dan Afghanistan. Perhatian publik terhadap kondisi kesehatan Presiden Trump meningkat seiring dengan usianya dan catatan medis sebelumnya, mengingat ia sering menyoroti kebugaran fisiknya selama masa jabatan pertamanya. Pernyataan Leavitt mengenai hasil MRI ini disampaikan di tengah upaya berkelanjutan pemerintahannya untuk memediasi konflik di Ukraina, di mana ia menyuarakan 'optimisme besar' terkait tercapainya kesepakatan damai.
2 Tampilan
Sumber-sumber
24.hu
Britannica
MedPage Today
ABC10
The Washington Post
The Guardian
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.



