La @JAXA_jp ha presentato al Governo del Giappone una richiesta di fondi per partecipare alla missione #RAMSES dell'@esa, che nel 2029 osserverà da vicino l’asteroide #Apophis durante il suo passaggio ravvicinato con la Terra. astrospace.it/2025/08/28/pos…
Kolaborasi Internasional: Jepang Dukung Misi ESA Amati Asteroid Apophis
Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17
Badan Penjelajahan Antariksa Jepang (JAXA) akan berkolaborasi dengan Badan Antariksa Eropa (ESA) dalam misi 'Ramses' yang bertujuan mengamati asteroid Apophis saat mendekat Bumi pada tahun 2029. Partisipasi JAXA mencakup penyediaan roket H3 untuk peluncuran misi pada tahun 2028. Kolaborasi ini menggarisbawahi meningkatnya kerja sama global dalam eksplorasi antariksa dan pentingnya pemahaman benda langit untuk pertahanan planet.
Misi 'Ramses' dirancang untuk mencapai Apophis saat melintas dalam jarak 32.000 kilometer dari permukaan Bumi pada 13 April 2029. Jarak ini sangat dekat untuk asteroid seukuran Apophis, yang diperkirakan memiliki diameter sekitar 375 meter. Momen langka ini memberikan kesempatan ilmiah yang unik untuk mempelajari bagaimana gaya gravitasi Bumi dapat memengaruhi orbit, rotasi, dan bahkan struktur fisik asteroid. Wawasan ini sangat berharga untuk mengembangkan strategi mitigasi ancaman asteroid di masa depan.
Untuk memaksimalkan hasil ilmiah, wahana 'Ramses' akan dilengkapi instrumen canggih. Selain itu, dua CubeSat akan dikerahkan ke asteroid. Salah satu CubeSat, yang dikembangkan oleh perusahaan Spanyol Emxys, dirancang untuk mencoba mendarat di permukaan Apophis. Upaya pendaratan ini, yang secara teknis menantang, berpotensi memberikan data yang belum pernah ada sebelumnya mengenai aktivitas seismik dan sifat permukaan asteroid. CubeSat lainnya akan fokus pada pemindaian radar untuk menganalisis struktur internal Apophis dan lingkungan debunya.
Kolaborasi antara ESA dan JAXA merupakan bukti semangat kemitraan internasional dalam mengatasi tantangan bersama. Keputusan pendanaan penuh untuk misi 'Ramses' diharapkan akan diambil dalam pertemuan menteri ESA pada Desember 2025. Peluncuran misi direncanakan pada tahun 2028, memastikan kedatangannya untuk mengamati Apophis sebelum jarak terdekatnya dengan Bumi pada tahun 2029.
Asteroid Apophis, yang ditemukan pada tahun 2004, awalnya menimbulkan kekhawatiran akan potensi tumbukan pada tahun 2029. Namun, pengamatan selanjutnya telah secara definitif menyingkirkan risiko tumbukan setidaknya selama satu abad ke depan. Lintasan Apophis pada tahun 2029, meskipun aman, menawarkan kesempatan langka untuk mengamati asteroid sebesar ini dari jarak sedekat itu, memberikan data yang akan menyempurnakan pemahaman kita tentang perilaku asteroid dan meningkatkan kemampuan pertahanan planet kita.
Misi ini juga sejalan dengan upaya internasional yang lebih luas dalam keselamatan antariksa, seperti yang disorot oleh inisiatif seperti Jaringan Peringatan Asteroid Internasional (IAWN).
Sumber-sumber
Universe Space Tech
Reuters
ESA
ESA
ESA
BBC Sky at Night Magazine
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
SpaceX is bringing Dragon home Thursday, February 26 After 185 days docked to the ISS, the CRS-33 spacecraft will undock at 12:05 PM EST, with a splashdown off the California coast expected just before midnight It’s carrying over 4,000 lbs of wild cargo: frozen stem cells for
#Galileo satellites prove Einstein's Relativity Theory to the highest accuracy yet. Details: esa.int/Our_Activities…

