Vodafone Gandeng Amazon Leo Perkuat Jaringan Satelit di Eropa dan Afrika

Penulis: Tatyana Hurynovich

Pada tanggal 2 Maret 2026, bertempat di ajang bergengsi Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, Vodafone Group Plc secara resmi mengumumkan langkah besar melalui kemitraan strategis dengan Amazon Leo, jaringan satelit orbit rendah (LEO) milik raksasa teknologi Amazon. Kolaborasi ini dirancang untuk menyediakan konektivitas satelit sebagai tulang punggung utama bagi stasiun basis seluler 4G dan 5G di wilayah-wilayah terpencil yang tersebar di Eropa dan Afrika. Langkah ini menandai babak baru dalam industri telekomunikasi global, di mana integrasi antara infrastruktur darat dan luar angkasa menjadi kunci utama bagi pemerataan akses digital di masa depan.

Melalui kesepakatan ini, Vodafone berencana memanfaatkan kapasitas transmisi dari Amazon Leo untuk menghubungkan menara telekomunikasi mereka tanpa harus terbebani oleh biaya pembangunan infrastruktur fisik di daratan yang sering kali sangat mahal. Teknologi satelit ini menawarkan performa yang mengesankan, dengan kecepatan unduh mencapai hingga 1 Gbps dan kecepatan unggah sebesar 400 Mbps. Kapasitas tinggi ini sangat vital untuk menjaga stabilitas koneksi pada menara telekomunikasi yang tersebar secara geografis, sekaligus memungkinkan penyediaan layanan data berkualitas tinggi bagi pelanggan di area yang sebelumnya dianggap sulit dijangkau secara teknis.

CEO Vodafone, Margherita Della Valle, menyatakan bahwa adopsi teknologi luar angkasa ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat ketahanan jaringan di tengah kondisi lingkungan yang menantang. Ia menyoroti bagaimana infrastruktur satelit dapat menjadi solusi krusial saat terjadi bencana alam, seperti banjir besar yang berpotensi merusak jalur kabel serat optik konvensional. Della Valle menegaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar pelengkap, melainkan komponen inti dari visi Vodafone untuk menciptakan jaringan yang tetap tangguh dan tidak terputus dalam kondisi darurat apa pun.

Rencana implementasi proyek ambisius ini dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2026, dengan Jerman dan beberapa negara Eropa lainnya menjadi prioritas pertama dalam fase peluncuran. Setelah fase awal di Eropa berjalan stabil, Vodafone akan memperluas jangkauan proyek ini ke benua Afrika melalui anak perusahaannya, Vodacom. Ekspansi ini dipandang sebagai solusi konkret untuk mengatasi kesenjangan digital di daerah-daerah pedalaman, yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan sektor pendidikan dan bisnis berbasis digital.

Hingga penutupan bulan Februari 2026, Amazon Leo tercatat telah berhasil menempatkan lebih dari 200 unit satelit di orbit bumi, jumlah yang telah memenuhi ambang batas minimum untuk memulai operasional komersial di wilayah tertentu pada awal tahun 2026. Dari sisi ekonomi, penggunaan solusi berbasis satelit ini diperkirakan mampu memberikan penghematan biaya penyebaran infrastruktur hingga 76% jika dibandingkan dengan metode penanaman kabel serat optik di medan yang ekstrem dan terisolasi. Keberhasilan peluncuran ratusan satelit ini menjadi bukti keseriusan Amazon dalam memperkuat posisinya di pasar penyedia layanan internet satelit global.

19 Tampilan
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.