Rosalía Merekam ‘LUX’ dalam 13 Bahasa: “Setiap Kata di Album Ini yang Aku Perjuangkan”
Rosalía Mengumumkan Album Simfoni "Lux" yang Ambisius, Melibatkan Björk dan Orkestra Simfoni London
Diedit oleh: Inna Horoshkina One
Penyanyi asal Catalonia, Rosalía, telah memperkenalkan mahakarya terbarunya, album studio keempat yang diberi judul "Lux". Album yang sangat dinanti ini dijadwalkan rilis pada tanggal 7 November 2025 di bawah naungan label rekaman ternama, Columbia Records.
Proyek ambisius ini mencakup total delapan belas komposisi yang dibagi menjadi empat babak atau 'acts' musikal. Dalam bab-bab ini, Rosalía secara mendalam mengeksplorasi dimensi spiritual suara, menjembatani perpaduan antara pop eksperimental kontemporer dengan warisan musik klasik yang kaya.
Orkestra sebagai Manifestasi Spiritual
Pengerjaan album "Lux" memakan waktu hampir tiga tahun penuh, menjadikannya pencapaian kreatif terbesar dan paling masif dalam karier sang artis hingga saat ini.
Untuk mewujudkan visi simfonisnya, Rosalía menggandeng nama-nama besar. Rekaman ini melibatkan partisipasi penuh dari London Symphony Orchestra, yang dipimpin oleh konduktor Daniel Bjarnason. Sementara itu, aransemen musik yang kompleks disusun oleh peraih Penghargaan Pulitzer, Caroline Shaw.
Daftar kolaborator yang diundang juga sangat mengesankan, termasuk Björk, Carminho, Estrella Morente, Silvia Pérez Cruz, dan Yahritza y su Esencia. Kolaborasi dengan Yahritza y su Esencia ini menandai kerja sama internasional pertama Rosalía dengan artis Meksiko.
Rosalía secara tegas menyatakan bahwa dalam proses penciptaan "Lux", tidak ada penggunaan kecerdasan buatan (AI). Ia menekankan bahwa setiap not dan suara lahir dari interaksi langsung para musisi—sebuah proses yang ia gambarkan sebagai "doa dalam gerakan" (a prayer in motion).
Estetika dan Simbolisme Visual
Pada sampul album "Lux", Rosalía tampil dalam balutan jubah monastik berwarna putih. Citra ini sarat makna, melambangkan pemurnian diri dan cahaya batin (inner light).
Peluncuran visual album ini dilakukan secara spektakuler di Gran Vía, Madrid. Rosalía menyelenggarakan pertunjukan cahaya berskala besar, mengubah fasad bangunan di jalan tersebut menjadi kuil cahaya yang memantulkan impuls orkestral dari karya barunya.
Pada tanggal 27 Oktober, singel pertama berjudul “Berghain” telah dirilis. Komposisi berlapis ini dibawakan dalam tiga bahasa—Spanyol, Inggris, dan Jerman—dengan menampilkan jalinan suara antara Björk dan Yves Tumor.
"Lux" sebagai Pengalaman Transendental
Menurut penuturan Rosalía, empat belas bagian linguistik yang terdapat dalam album ini masing-masing melambangkan kehidupan salah satu santa perempuan. Mereka mewujudkan berbagai sisi mistisisme dan transformasi feminin.
Edisi fisik album (CD dan piringan hitam/vinyl) akan menyertakan tiga lagu eksklusif, yaitu «Focu ’ranni», «Jeanne», dan «Novia Robot». Sementara itu, versi digital akan dipersingkat menjadi total lima belas komposisi.
Penampilan perdana album secara langsung dijadwalkan pada 7 November di acara LOS40 Music Awards Santander. Di sana, "Lux" akan disajikan sebagai karya panggung yang utuh—sebuah pengakuan orkestral tentang cahaya, keheningan, dan jiwa perempuan.
Sumber-sumber
Südtirol News
Music Review: Rosalía's 'Lux' is unlike anything in mainstream music - thank God
Rosalía returns with mystical album: 'God has given me so much, the least I could do is make an album for him'
¿Te ha gustado 'Berghain', la nueva canción de Rosalía?
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
