Platform AI Generatif Mengubah Lanskap Penciptaan dan Analisis Musik
Diedit oleh: Dmitry Drozd
Kemajuan pesat dalam model audio generatif telah menempatkan platform seperti Suno dan Udio di garis depan inovasi musik digital, memungkinkan penciptaan komposisi penuh hanya dari perintah teks sederhana. Kedua platform ini, yang muncul di tengah lonjakan inovasi AI generatif pada tahun 2025, telah menarik lebih dari 22 juta pengguna bulanan, mengindikasikan adopsi yang signifikan di kalangan kreator konten.
Suno dikenal karena kemampuannya menghasilkan struktur lagu yang siap diputar di radio, sebuah fitur yang menarik bagi pembuat konten yang membutuhkan hasil cepat. Sebaliknya, Udio menawarkan kapabilitas untuk aransemen yang lebih kompleks dan berlapis melalui kontrol berbasis segmen, memberikan pengguna fleksibilitas lebih dalam membentuk struktur lagu. Meskipun Udio dinilai menonjol dalam kualitas audio dan konsistensi trek, Suno unggul dalam kecepatan produksi, meskipun terkadang menghadapi keterbatasan dalam koherensi.
Di ranah yang lebih terspesialisasi, AIVA (Artificial Intelligence Virtual Artist) terus menjadi pilihan utama untuk kebutuhan produksi media yang memerlukan skor sinematik dan orkestra berkualitas profesional, bahkan mampu meniru gaya komposer klasik seperti Mozart dan Beethoven. Sementara itu, Soundraw mengadopsi pendekatan berbeda dengan fokus pada kontrol granular untuk pembuatan musik latar, sering kali disukai oleh kreator konten yang membutuhkan trek bebas royalti dengan cepat. Soundraw melatih AI-nya secara eksklusif pada musik yang diproduksi secara internal, sebuah strategi yang membedakannya dari beberapa kompetitor yang menghadapi gugatan hukum terkait data pelatihan.
Evolusi teknologi ini memicu perdebatan mengenai peran seniman manusia, di mana AI generatif diposisikan sebagai alat pendukung kreatif yang mempercepat eksplorasi artistik. AI dapat berfungsi sebagai pemicu inspirasi dengan menyarankan progresi akor atau pola ritme baru, memungkinkan musisi bereksperimen tanpa membangun segalanya dari nol. Sebagai contoh kolaborasi, penyanyi YUNA-5 dari Korea Selatan merilis album di mana AI membantu menyusun 80% musik dan vokal latar, yang berhasil menduduki peringkat satu di beberapa negara Asia dan Eropa.
Platform seperti Suno, yang diklaim oleh CEO Mikey Shulman sebagai solusi atas waktu dan latihan yang dibutuhkan dalam pembuatan musik manual, menunjukkan ambisi untuk mendefinisikan ulang proses kreatif. Kemampuan AI untuk menghasilkan vokal yang realistis, seperti yang ditawarkan oleh Udio, semakin mempersempit jurang antara kreasi mesin dan karya manusia. Perkembangan yang terjadi dalam hitungan minggu, bukan bulan, menunjukkan bahwa AI generatif secara fundamental mengubah volume dan kualitas media digital yang tersedia bagi publik. Kompetitor utama seperti OpenAI dilaporkan sedang mengembangkan alat musik generatif baru, dikabarkan bekerja sama dengan Juilliard School untuk anotasi data pelatihan, menandakan intensitas persaingan di sektor ini. Secara keseluruhan, alat-alat ini mendemokratisasi penciptaan musik, meskipun tantangan etika dan hak cipta memerlukan regulasi yang lebih jelas.
3 Tampilan
Sumber-sumber
Entrepreneur
PubMed
Entrepreneur
Soundcharts
YouTube
AIMC 2026
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.



