M4.2 flare @ N7°W28° (NOAA 4317) 2025-12-28 22:01 / 22:39 \ 22:56 UT
Kilatan M4.2 pada 22:39 UTC tanggal 28 Desember 2025.
Bagikan
Penulis: Uliana Soloveva
M4.2 flare @ N7°W28° (NOAA 4317) 2025-12-28 22:01 / 22:39 \ 22:56 UT
Kilatan M4.2 pada 22:39 UTC tanggal 28 Desember 2025.
Menjelang pergantian tahun, Matahari menunjukkan aktivitas yang tak terduga, menjanjikan sebuah pertunjukan kosmik bagi planet kita. Setelah periode tenang, serangkaian suar signifikan terjadi, yang berpotensi memengaruhi cuaca antariksa Bumi dan menghadirkan pemandangan langka: aurora borealis (cahaya utara) pada malam pergantian dari 31 Desember ke 1 Januari.
4.2 m-class solar flare from the Sun just now! Looks like some plasma was hurled towards Earth from this explosion, coronagraph imagery is needed to confirm the trajectory out into interplanetary space. Notice the activity on the left side of the Sun as well!
Kedip M4.2 pada 22:39 UTC 28 декабря 2025 года.
Fenomena ini mulai memuncak antara tanggal 28 hingga 29 Desember 2025. Wilayah aktif 4317, yang terletak di belahan Matahari utara, bertanggung jawab atas pelepasan dua suar kuat kelas M. Suar pertama berkekuatan M4.2 terjadi pada pukul 22:39 UTC, diikuti oleh suar M2.2 pada pukul 00:02 UTC. Ini merupakan perkembangan penting karena wilayah tersebut merupakan satu-satunya zona aktif yang menghadap langsung ke arah planet kita, menjadikannya berpotensi menimbulkan dampak signifikan.
Will we see a CME impact around the New Year? NASA is forecasting the M4.2 CME may graze Earth around 12-31 22 UT (Wednesday night). Kp 4-6 (G0-G2) conditions may occur, but I don't have too much hope. We'll see what shows up at L1!
Model propagasi ejecta dari kilatan M4.2.
Pemodelan yang dilakukan setelah kejadian menunjukkan bahwa lontaran massa korona (CME) yang menyertai suar-suar tersebut diperkirakan akan tiba di Bumi tepat pada malam Tahun Baru. Awan plasma Matahari yang membentang sekitar 150 juta kilometer ini membutuhkan waktu tempuh kurang lebih tiga hari. Perhitungan menunjukkan bahwa dampaknya terhadap magnetosfer Bumi akan bersifat 'selip' namun tetap terasa, memicu badai geomagnetik ringan hingga sedang.
Lantas, apa implikasi dari peristiwa ini bagi para pengamat di seluruh dunia?
Dampak utama dari peristiwa ini akan terkonsentrasi di garis lintang yang tinggi. Penduduk di wilayah yang biasanya berada dalam 'oval aurora' memiliki peluang terbesar untuk menyaksikan pertunjukan cahaya ini. Ini adalah kesempatan emas bagi para pemburu aurora di berbagai belahan dunia.
Namun, jika respons geomagnetik ternyata lebih kuat dari yang diprediksi—sebuah skenario yang selalu ada dalam dinamika Matahari—fenomena ini berpotensi bergeser ke garis lintang menengah. Kondisi ini akan membuka peluang langka bagi penduduk di bagian utara Amerika Serikat (misalnya negara bagian Minnesota, Michigan), Eropa Tengah, dan wilayah selatan Rusia untuk melihat aurora, pemandangan yang biasanya jarang terlihat di sana. Masyarakat diimbau untuk memantau prakiraan cuaca antariksa menjelang malam perayaan tersebut.
A G2 (Moderate) geomagnetic storm watch has been issued for 03-04 Apr, 2026, due to combined influence from on-going CH HSS and a CME that left the Sun on 02 Apr. Stay tuned to our website for updates.
G2 Watch for 31 Mar UTC-day still stands. We evaluated the 29 Mar (EDT) CME and feel fairly certain most ejecta will pass behind Earth's orbit; although we do anticipate enough flanking effects to warrant the G2 Watch, with a chance for G3. Stay aware at spaceweather.gov
REPOST: An X1.4 flare was produced by Region 4405, peaking at 0319 UTC on 30 March and resulted in an R3 (Strong) Radio Blackout. An associated coronal mass ejection is seen in coronagraph imagery and analysis is currently ongoing. Visit spaceweather.gov to stay informed.